Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

CIA Pegang Rahasia Negara Lain lewat Perangkat Buatan Swiss


Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dan Jerman (BND) dilaporkan mengetahui dan memegang seluruh percakapan rahasia sejumlah pemerintahan negara di dunia melalui perangkat elektronik bersandi buatan perusahaan Swiss, Crypto International AG. Perusahaan itu memang khusus membuat perangkat komunikasi bersandi untuk para pelanggannya.

Dilansir AFP, Rabu (12/2), laporan tersebut dirilis oleh surat kabar The Washington Post, stasiun televisi Jerman ZTE dan kantor berita Swiss, SRF. Mereka menyatakan mengutip dari dokumen rahasia internal CIA yang menyatakan agen intelijen AS mengatur operasi tersebut dan diizinkan oleh para petinggi Crypto.
Menurut dokumen tersebut, Crypto AG menerima bayaran jutaan dolar dengan memberi akses bagi CIA dan BND untuk mengakses data klien mereka.


"Ini adalah kudeta intelijen abad ini," seperti yang tertulis di dalam dokumen tersebut.

Crypto AG adalah perusahaan yang memasok perangkat komunikasi bersandi kepada sekitar 120 negara sejak Perang Dunia II hingga hari ini. Produk mereka digunakan oleh Iran, India, Pakistan serta sejumlah pemerintah di Amerika Selatan.

Laporan ketiga media itu juga menyebut CIA diam-diam sebenarnya adalah pemilik rahasia perusahaan tersebut. Hal itu membuat CIA dan BND bekerja sama untuk membongkar kode dan membaca pesan sejumlah pemerintahan yang seharusnya merupakan informasi rahasia.
"Pemerintahan asing membayar AS dan Jerman Barat dengan baik untuk menyimpan percakapan rahasia mereka yang bisa dilihat oleh minimal dua (dan kemungkinan lima atau enam) negara lain," demikian isi dokumen tersebut.

Kesepakatan itu sudah lama dicurigai, tetapi sulit dibuktikan. Padahal, dokumen tersebut beredar sejak beberapa dasawarsa lalu.

Meski demikian, Rusia dan China yang dianggap pesaing oleh Blok Barat tidak pernah menggunakan perangkat buatan Crypto AG.

CIA belum memberikan komentar soal laporan tersebut. Namun, Crypto menyatakan sangat terganggu dengan pemberitaan itu.

"Sangat mengganggu. Kami tidak memiliki hubungan dengan CIA atau BND. Kami saat ini masih menilai situasi dan akan memberikan komentar setelah mendapat gambaran utuh," demikian pernyataan resmi Cyrpto.




Cyrpto yang bermarkas di Zug, Swiss, dilaporkan dipisah menjadi dua perusahaan dua tahun lalu. Satu perusahaan tetap mengurus klien dalam negeri, sedangkan lainnya merambah bisnis internasional yang diambil alih oleh pemodal asal Swedia, Andreas Linde.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)