Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Produsen Truk Tanggapi Basmi ODOL Ditunda Hingga 2023


Keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda program Zero Over Dimension dan Over Loading (ODOL) hingga 1 Januari 2023 ditanggapi biasa saja oleh salah satu produsen kendaraan komersial, UD Trucks.

Zero ODOL sebenarnya sudah dipersiapkan Kemenhub sejak 2019 melalui Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 21 Tahun 2019 tentang Pengawasan terhadap Mobil Barang atas Pelanggaran ODOL untuk diberlakukan pada tahun ini. Namun belakangan Kementerian Perindustrian, pembina industri dalam negeri, meminta ditunda hingga akhirnya disetujui pada 2023.

Menurut UD Astra Motor Indonesia, distributor UD Trucks, keputusan penundaan tidak berdampak banyak pada perusahaan.

Persiapan internal menanggapi Zero ODOL dikatakan bakal berjalan seperti biasa. Salah satu persiapan yang diungkap yakni menyiapkan kendaraan yang sudah dimodifikasi agar lebih sesuai peraturan dan kebutuhan konsumen.

Aloysius Chrisnoadhi, Direktur Pemasaran dan Purna Jual UD Astra Motor Indonesia menjelaskan modifikasi yang dimaksud salah satunya perubahan pada berat kotor kendaraan menjadi lebih ringan sehingga sanggup mengangkut muatan lebih banyak.

"Untuk mengoptimalkan muatan berarti kendaraan harus lebih ringan. Bisa saja misalnya dari material, kan bisa dengan material yang lebih kuat tetapi ringan. [Harga jadi mahal?] Bisa iya bisa tidak," kata Chrisnoadhi di Tangerang, Rabu (26/2)

Menurut Chrisnoadhi pihak yang akan kena dampak langsung penundaan Zero ODOL adalah pengusaha alias pemakai kendaraan komersial. Produsen disebut siap mengikuti peraturan pemerintah.




Lebih Banyak Beli Truk

Chrisnoadhi setuju pendapat yang menyatakan kemungkinan saat program Zero ODOL diberlakukan penjualan kendaraan komersial meningkat.

Latar belakang hal itu bisa kejadian yaitu konsumen yang tadinya mengandalkan satu truk untuk mengangkut jumlah muatan dengan kelebihan tertentu tak bisa lagi melakukannya. Solusi untuk mengatasinya kemungkinan membeli truk baru.

"Secara teori mungkin benar, tetapi menurut saya tidak mesti akan menjadi persis seperti itu," ucap Chrisnoadhi.

Kata dia ada implikasi bila konsumen membeli truk lebih banyak, yaitu jalanan menjadi lebih ramai kendaraan besar. Sementara dia bilang jumlah penambahan jalan tidak linear dengan pertumbuhan populasi truk.

"Tapi masalahnya kan pemerintah cuma punya jalan tetap, penambahannya tidak linear dengan jumlah kendaran. Memangnya kalau ditambah menjadi efisien? Tidak juga. Bisa jadi tambah crowded," sebut Chrisnoadhi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)