Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ponsel China Bersatu Lawan Google Play Store


Ponsel asal China, Huawei, Xiaomi, Oppo dan Vivo dikabarkan bekerja sama membuat satu platform baru untuk melawan Play Store, toko aplikasi milik Google. Tujuan dari pengembangan ini untuk menantang dominasi Google Play Store.

Keempat perusahaan tersebut mengembangkan platform baru bersama di bawah Global Developer Service Alliance (GDSA) yang bisa diakses sejumlah ponsel China lain.

Platform baru ini direncanakan bisa beroperasi di sembilan negara, termasuk India, Rusia dan Malaysia, termasuk Indonesia, mengutip theverge.com, Jumat (7/2).

Belum ada kepastian kapan sistemnya bisa digunakan, namun beredar kabar bahwa paling cepat meluncur pada Maret 2020 jika tidak dibayangi wabah virus corona.

Dengan begitu, platform baru akan memudahkan pengembang mengembangkan aplikasi dan mengurangi ketergantungan dengan Play Store di Android.

Selama ini toko aplikasi dianggap menguntungkan perusahaan ponsel China. Analis Sensor Tower menjelaskan Google secara global meraup pendapatan US$ 8,8 miliar sepanjang 2019 dari Play Store.
Toko aplikasi Play Store dianggap menguntungkan pihak Google. Menurut analisis Sensor Tower, Google secara global meraup pendapatan US$8,8 miliar pada 2019 dari Play Store.

"Dengan membentuk aliansi ini, masing-masing perusahaan akan memanfaatkan keunggulan satu sama lain di berbagai negara, dengan Xiaomi yang kuat di India, Vivo dan Oppo di Asia Tenggara, dan Huawei di Eropa," kata penelitian dari Canalys, Nicole Peng dilansir scmp.com.

Manager PR Huawei Indonesia Mohamad Ilham Pratama mengatakan Huawei Indonesia cukup siap mengantisipasi datangnya platform baru yang dimaksud. Dijelaskan Ilham, pihaknya tengah berbenah ke era yang lebih mandiri untuk ponsel-ponsel asal China.

"Kami sudah mengantisipasi ini,"
ucap Ilham

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini