Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ilmuwan Teliti Vaksin Virus Corona, Harga Minyak 'Bangkit'


Harga minyak mentah dunia akhirnya bangkit dari keterpurukan pada perdagangan Rabu (5/2). Sebuah laporan media menyebut para ilmuwan sedang mengembangkan vaksin Virus Corona ketika para ahli kesehatan dunia mengatakan pengobatannya belum ditemukan.

Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret naik US$1,32 atau 2,5 persen menjadi US$56,46 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik US$1,14 atau 2,3 persen ke level US$50,75 per barel.

Surat kabar China Changjiang Daily melaporkan bahwa tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Universitas Zhejiang Li Lanjuan, telah menemukan bahwa obat abidol dan darunavir dapat menghambat virus dalam percobaan sel in vitro.

Secara terpisah, Sky News melaporkan bahwa seorang ilmuwan Inggris telah membuat terobosan untuk mendapatkan vaksin. Ia mengurangi waktu pengembangan normal vaksin dari dua hingga tiga tahun menjadi hanya 14 hari.
Selain upaya pengembangan vaksin, kenaikan harga minyak ditopang kabar bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu produsennya sedang mempertimbangkan pemangkasan produksi. Hal ini untuk antisipasi turunnya permintaan minyak akibat virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

Kilang minyak Sinopec China yang merupakan kilang terbesar Asia, telah memangkas laju produksi.

Kemunculan Virus Corona tak hanya menewaskan ratusan orang tetapi juga menekan pertumbuhan ekonomi China. Analis Capital Economics memperkirakan pertumbuhan ekonomi China akan melambat menjadi hanya tiga persen pada kuartal pertama 2020.

"Dengan asumsi bahwa virus dikendalikan dengan relatif cepat, kami secara tentatif memperkirakan penurunan 10 persen dalam konsumsi minyak negara itu di kuartal pertama," tulisnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini