Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Virus Corona, Pemerintah Larang Impor Hewan Hidup dari China


Pemerintah menerapkan larangan impor hewan hidup dari China menyusul persebaran Virus Corona. Hewan dianggap makhluk hidup yang berpotensi menyebarkan virus yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu.

"Metode transmisi penyakit ini melalui human to human dan wild animals, maka pemerintah akan melarang impor live animal dari China," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2).

Airlangga mengatakan, sejak penerapan larangan itu maka berbagai pengiriman hewan dari China ke Indonesia akan dikembalikan. Sementara terkait impor barang, kata Airlangga, akan tetap dilanjutkan karena tak menular.

"Maka perdagangan akan terus berlanjut dan termasuk hortikultura bawang putih dan buah-buahan," katanya.
Airlangga menuturkan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan skenario untuk menindaklanjuti dampak berbagai larangan itu terhadap perekonomian nasional. Ia memastikan pemerintah akan terus mengawasi hingga Februari ini.

"Di China juga monitor sampai Februari. Pemerintah juga akan mengambil langkah yang sama," tuturnya.

Sebagai informasi Virus Corona saat ini tengah mewabah di China dan menyebar ke beberapa negara di dunia. Virus tersebut sampai dengan hari ini telah membunuh 361 orang dan menginfeksi 16 ribu orang lainnya.

Kementerian Kesehatan sebelumnya menyatakan Virus Corona hanya bisa hidup pada benda bernyawa. Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan virus juga hanya bisa berkembang di sel hidup. Atas dasar itulah, ia mengatakan impor barang asal China tetap aman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)