Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Grab-AQUA Ajak Masyarakat Kelola Sampah Plastik

Grab berkolaborasi dengan Danone-AQUA mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai mengelola sampah melalui layanan terbarunya, GrabExpress Recycle. Upaya tersebut mengukuhkan komitmen keduanya dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik di laut hingga 70 persen pada 2025.

Diluncurkan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari, layanan baru GrabExpress Recycle bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah bagi kelestarian lingkungan.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan melalui GrabExpress Recycle pengguna Grab dapat dengan mudah mengirimkan sampah bernilai ekonomis, terutama botol dan gelas plastik ke bank sampah terdekat yang disediakan.


"Kami telah mengambil langkah-langkah penting, dimulai pada 2019, yaitu dengan menerapkan operasional yang ramah lingkungan dan berperan aktif dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan di bawah payung komitmen #LangkahHijau untuk layanan transportasi kami serta gerakan pengemasan makanan yang ramah lingkungan," ucap Ridzki melalui keterangannya, Jakarta, Selasa (25/2).

Ridzki melanjutkan, layanan baru ini tidak hanya untuk masyarakat atau pengguna Grab saja, namun para mitra pengemudi Grab juga bisa terlibat aktif berkolaborasi dan berperan sebagai pahlawan lingkungan.

"Para mitra pengemudi Grab bukan sekadar perantara dalam proses manajemen sampah sirkular ini, tetapi memegang peranan penting di dalamnya," ujarnya.

Ciptakan Peluang Ekonomi
Sementara itu, Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan layanan ini tak sekadar pelestarian lingkungan, namun juga membantu masyarakat untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar, inklusi finansial, dan menyediakan solusi bagi keterbatasan masyarakat sehari-hari.

"Kami akan memastikan semua sampah yang dikumpulkan memiliki siklus hidup baru. Botol plastik, misalnya, setelah dikumpulkan kemudian diproses untuk diubah menjadi botol AQUA Life. Melalui layanan GrabExpress Recycle, diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi sirkular di Indonesia. Dengan demikian, sampah yang dikelola pun akan memberi nilai tambah ekonomi bagi jutaan masyarakat Indonesia," ujar Vera.

Diketahui, menurut laporan Indonesian Marine Debris Hotspots yang dirilis Bank Dunia, sampah yang dihasilkan Indonesia mencapai 175 ribu ton per hari, yang 14 persennya (setara 24.500 ton) merupakan sampah plastik. Kurang lebih 81 persen sampah di Indonesia tidak dipilah dan belum dikelola dengan baik sehingga sulit untuk didaur ulang dan hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau terbuang ke laut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini