Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Andalan Sakti Primaindo Resmi Melantai di Bursa Saham


Perusahaan real estate PT Andalan Sakti Primaindo Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran umum perdana atau IPO. Lewat aksi itu, perusahaan menawarkan jumlah saham sebanyak 330 juta atau 48 persen dari modal disetor dan ditempatkan.

Direktur Utama Andalan Sakti Primaindo Suwandi Notopradono mengatakan pencatatan saham merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk go public lewat mekanisme perdagangan di BEI.

"Mulai saat ini Andalan Sakti Primaindo resmi menjadi perusahaan publik dan merupakan emiten ke-14 yang mencatat sahamnya di BEI pada tahun 2020," ujarnya, seperti dilansir Antara, Senin (17/2).

Perusahaan berkode emiten ASPI tersebut melepas saham dengan harga Rp105 per saham, sehingga meraup dana segar dari IPO mencapai Rp34,65 miliar.
Dana hasil IPO tersebut, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan perseroan sekitar 85 persen untuk pinjaman kepada perusahaan anak sebagai penambahan modal kerja perusahaan anak.

"Sedangkan sisanya sekitar 15 persen akan digunakan perseroan untuk pelunasan utang ke pemegang saham perusahaan," imbuh Suwandi.

Dalam aksi korporasi itu, emiten yang berdiri sejak 2012 itu menunjuk penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Investindo Nusantara Sekuritas serta tiga perusahaan penjamin emisi efek, yakni PT NH Korindo Sekuritas, PT Panca Global Sekuritas dan PT Valbury Sekuritas Indonesia.
Suwandi menyebut potensi bisnis perseroan di bidang real estate sangat prospektif, mengingat pertumbuhan kebutuhan rumah terus meningkat dilatarbelakangi oleh pertumbuhan penduduk yang meningkat setiap tahun.

Selain itu, harga rumah selalu mengalami kenaikan dan memiliki rumah juga digunakan sebagai sarana investasi.

Pada pencatatan saham perdana, saham ASPI tercatat naik 73 poin atau 69,52 persen menjadi Rp178 per saham.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini