Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Dekati 1 Persen pada Kuartal II


Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 bakal lebih rendah ketimbang realisasi kuartal sebelumnya. Bahkan, ia menduga pertumbuhan ekonomi periode April-Juni akan mendekati satu persen.

Hal ini dikarenakan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang semakin meluas di sejumlah daerah.

"Kalau melihat dari sisi kuartal I 2020, kemungkinan kuartal II 2020 akan lebih berat. Kami melihat pertumbuhan ekonomi akan masuk dalam skenario yang lebih rendah dari skenario berat. Artinya, bisa lebih rendah dari 2,3 persen. Artinya, mendekati 1 persen," ujarnya dalam video conference, Rabu (3/6).


Pun demikian, Ani, sapaan akrabnya, memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan minus atau negatif seperti yang terjadi di banyak negara akibat penyebaran virus corona.
Justru, ia optimistis program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sedang dilakukan oleh pemerintah bisa mendongkrak roda perekonomian domestik. Ini memunculkan harapan ekonomi dalam negeri tidak akan anjlok.

"Kami berharap pemulihan ekonomi nasional dapat berpengaruh pada kuartal III dan kuartal IV 2020. Jadi, bisa mengejar kembali," terang Ani.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 hanya 2,97 persen. Realisasi ini jatuh dari tren laju ekonomi nasional yang di kisaran 5 persen.
Hal ini disebabkan daya beli masyarakat yang turun signifikan karena penyebaran virus corona memberikan dampak kepada hampir seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp677,2 triliun untuk penanganan penyebaran virus corona di Indonesia. Sebagian besar dana atau sebesar Rp589,65 triliun akan digunakan untuk program pemulihan ekonomi nasional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)