Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Ledakan di Pabrik Honda Jepang, 2 Pekerja Luka Serius


Sebuah ledakan terjadi di pabrik Honda di Suzukia, prefektur Mie, Jepang, terjadi pada Minggu (14/6) pukul 09.15 waktu setempat. Dua pekerja dilaporkan mengalami luka serius terkena ledakan tersebut.

Kepolisian Jepang dalam laporan Asia Nikkei menyatakan kedua pekerja itu bernama Tetsuya Nohara (21) dan Ryuji Kumagai (27). Mereka menderita luka bakar pada tubuh bagian atas dan wajah.

Ledakan terjadi di dekat papan di area pabrik yang berfungsi mendistribusikan listrik. Kepolisian mengatakan kedua orang yang terluka sebelumnya sedang mengoperasikan alat itu.

Luka bakar yang dialami kedua pekerja kemungkinan disebabkan percikan api akibat korsleting di papan tersebut. Papan itu hangus, namun tidak menyebar ke bagian lain misalnya pintu dan lantai.

Polisi juga menyebutkan pasca ledakan terdengar, kedua pekerja langsung ambruk di lantai. Kini kedua pekerja pria tersebut telah dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan.
Japan Times menyebutkan usai inspeksi pabrik Suzuka dijadwalkan melanjutkan operasi mulai hari ini.

Pabrik Suzuki merupakan fasilitas pabrik ketiga Honda di Jepang yang berdiri pada 1960. Pabrik ini memproduksi model-model 'ringan' termasuk Fit atau di Indonesia dikenal Jazz menurut situs web perusahaan. Pabrik juga melakukan suplai komponen terhadap pabrik-pabrik Honda di 28 negara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025