Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Askrindo Minta Tambahan Modal Rp3 T ke Negara


PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menyatakan pihaknya dapat menjamin 62,2 juta Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam kurun 2020 hingga 2024 mendatang. Namun, Dirut Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, induk holding asuransi dan penjaminan BUMN, Robertus Bilitea mengatakan untuk bisa memberikan penjaminan tersebut, Askrindo perlu mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) Rp3 triliun pada 2020 ini.
"Proyeksi penerima KUR yang dijamin Askrindo 62,2 juta penerima KUR, dari 2020 sampai dengan 2024," ujarnya di Komisi VI DPR, Rabu (24/6).
Robertus juga menuturkan penjaminan KUR oleh Askrindo diproyeksikan meningkat sebesar 17,4 persen dari tahun 2020 hingga 2024. "Dari 192 triliun KUR yang dijamin menjadi Rp325 triliun," imbuhnya.
Dengan PMN yang diberikan pemerintah, lanjut Robertus, Askrindo juga dapat mempertahankan gearing ratio di level aman.
Gearing ratio sendiri merupakan jumlah pinjaman dengan selisih penjumlahan ekuitas dan pinjaman subordinasi dengan penyertaan. Rasio ini bisa meningkat jika perusahaan yang bersangkutan memperoleh pertumbuhan laba.
Sebaliknya, gearing ratio bisa menurun karena perlambatan bisnis pembiayaan. Gearing ratio Askrindo hingga akhir 2020 diperkirakan bakal berada di level 10,9 kali, sementara pada pada 2021 akan berada di posisi 14,1 kali.
"Dengan tambahan PMN Tunai Rp 3 triliun di tahun 2020, maka agar GR produktif tetap di bawah 20 kali. Juga menambah kapasitas penjaminan menjadi Rp60 triliun," terang Robertus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini