Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Askrindo Minta Tambahan Modal Rp3 T ke Negara


PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menyatakan pihaknya dapat menjamin 62,2 juta Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam kurun 2020 hingga 2024 mendatang. Namun, Dirut Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, induk holding asuransi dan penjaminan BUMN, Robertus Bilitea mengatakan untuk bisa memberikan penjaminan tersebut, Askrindo perlu mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) Rp3 triliun pada 2020 ini.
"Proyeksi penerima KUR yang dijamin Askrindo 62,2 juta penerima KUR, dari 2020 sampai dengan 2024," ujarnya di Komisi VI DPR, Rabu (24/6).
Robertus juga menuturkan penjaminan KUR oleh Askrindo diproyeksikan meningkat sebesar 17,4 persen dari tahun 2020 hingga 2024. "Dari 192 triliun KUR yang dijamin menjadi Rp325 triliun," imbuhnya.
Dengan PMN yang diberikan pemerintah, lanjut Robertus, Askrindo juga dapat mempertahankan gearing ratio di level aman.
Gearing ratio sendiri merupakan jumlah pinjaman dengan selisih penjumlahan ekuitas dan pinjaman subordinasi dengan penyertaan. Rasio ini bisa meningkat jika perusahaan yang bersangkutan memperoleh pertumbuhan laba.
Sebaliknya, gearing ratio bisa menurun karena perlambatan bisnis pembiayaan. Gearing ratio Askrindo hingga akhir 2020 diperkirakan bakal berada di level 10,9 kali, sementara pada pada 2021 akan berada di posisi 14,1 kali.
"Dengan tambahan PMN Tunai Rp 3 triliun di tahun 2020, maka agar GR produktif tetap di bawah 20 kali. Juga menambah kapasitas penjaminan menjadi Rp60 triliun," terang Robertus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)