Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Butuh Ahli China, Sejumlah Infrastruktur Macet karena Corona


Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengakui sejumlah pengerjaan proyek infrastruktur tertunda akibat penyebaran virus corona. Salah satunya, proyek pembangkit tenaga listrik tenaga sampah di Surabaya.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ridwan Djamaluddin mengatakan proyek itu sebenarnya ditargetkan bisa beroperasi (commercial on date/COD) pada Maret 2020 kemarin. Namun, proses pembangunannya terkendala karena pandemi virus corona.

"Ada beberapa proyek terkendala karena datangkan peralatan dan tenaga ahli. Misalnya ada proyek pembangkit listrik tenaga sampah, harusnya Maret 2020 itu COD," ucap Ridwan dalam video conference, Senin (15/6).


Namun, proses pembangunannya membutuhkan peralatan dan tenaga ahli dari China. Pengiriman peralatan dan pekerja itu terhalang oleh penyebaran virus corona yang terjadi secara global.
"Kemudian karena peralatan strategis dan tim atau orangnya tidak bisa datang dari China jadi kami tunda," tutur Ridwan.

Kendati begitu, ia menegaskan mayoritas proyek infrastruktur tetap berlangsung di tengah pandemi virus corona. Hal ini khususnya proyek yang masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN).

"Secara umum proyek PSN tetap berlangsung. Intinya ini didorong," imbuh Ridwan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah merekomendasikan 89 proyek masuk dalam daftar PSN. Total nilai proyek tersebut mencapai Rp1.422 triliun.

"Dari 245 proyek baru, yang memenuhi kriteria 89 proyek. 156 proyek belum direkomendasikan karena itu membutuhkan dukungan kementerian teknis dan perlu kelengkapan dan kriteria untuk menjadi PSN," ujar Airlangga.


Airlangga menyatakan 56 proyek yang direkomendasikan merupakan proyek program usulan baru. Kemudian, 10 proyek perluasan, 15 proyek dikelompokkan program baru, 8 proyek ketenagalistrikan.

Jika dirinci, 15 proyek terkait proyek jalan dan jembatan, 5 proyek bandara senilai Rp5,66 triliun, 5 proyek kawasan industri Rp327 triliun, 13 proyek bendungan irigasi, 1 proyek tanggul laut, 1 program dan 2 proyek fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).

Lalu, 1 proyek penyediaan lahan gambut pagandiKalimantan Tengah, 5 proyek pelabuhan, 13 proyek kawasan perbatasan, 15 proyek energi dan 1 proyek pengelolaan sampah.Airlangga bilang seluruh proyek yang masukdaftarPSN adalah proyek yang memberikan dampak kepada masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini