Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Emas Antam Menguat Tipis ke Rp888 Ribu per Gram


Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp888 ribu per gram pada Jumat (5/6) atau naik Rp1.000 per gram dari Rp887 ribu per gram pada perdagangan sebelumnya. Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang meningkat Rp2 ribu per gram menjadi Rp778 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp474 ribu, 2 gram Rp1,71 juta, 3 gram Rp2,54 juta, 5 gram Rp4,22 juta, 10 gram Rp8,37 juta, 25 gram Rp20,81 juta, dan 50 gram Rp41,54 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp83,01 juta, 250 gram Rp207,26 juta, 500 gram Rp414,32 juta, dan 1 kilogram Rp828,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.718,8 per troy ons atau turun 0,5 persen. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot yang melemah 0,09 persen ke US$1.712,54 per troy ons pada pagi ini.
Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menjelaskan sejumlah investor masih berminat untuk menempatkan dananya di aset aman, seperti emas. Dengan demikian, harga emas masih berpotensi naik pada akhir pekan.

"Pasar masih melihat risiko melambatnya ekonomi karena penyebaran virus corona dan potensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang membuat pelaku pasar masih mempertahankan aset aman emas dalam portofolionya," ungkap Ariston
Jumat (5/6).

Namun, sebagian besar pelaku pasar mulai kembali ke aset berisiko untuk mencari keuntungan yang lebih tinggi. Makanya, penguatan harga emas diramalkan tak signifikan.

"Potensi kisaran pergerakan harga emas hari ini sebesar US$1.700 per troy ons sampai US$1.740 per troy ons," kata Ariston.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini