Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Layar Sentuh Bantu Penerbangan SpaceX ke Stasiun Luar Angkasa


Setelah menjadi astronaut pertama meluncur ke luar angkasa sejak NASA menutup program pesawat ulang-aliknya pada 2011, kedua astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley juga jadi yang pertama mengemudikan pesawat luar angkasa yang menggunakan layar sentuh di kabinnya.

Astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley berhasil meluncurkan roket dan mengaitkan kapsul Crew Dragon milik SpaceX dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), sekitar pukul 10.16 waktu timur (ET) atau pukul 21.16 WIB, Minggu (31/5).

Kapsul berhasil terkait setelah melewati 19 jam perjalanan sejak meluncur dengan roket dari Florida, Amerika Serikat.
Perjalanan bersejarah ini merupakan bagian dari proyek kerja sama NASA dan SpaceX. Dalam kapsul, Behnken dan Hurley 'cukup' mengendalikan pesawat dengan tiga panel layar sentuh dan beberapa tombol di bawahnya.

Selain memiliki kontrol layar sentuh, pesawat ini juga merupakan kendaraan otonom (bergerak otomatis tanpa dikendalikan manusia). Kru bisa menempatkan pesawat ke 'mode manual' dan mengendalikannya secara langsung.

Melansir dari The Verge, sebelumnya mereka harus melalui tes mengemudi pada Sabtu (30/5). Tes singkat ini menuntut mereka untuk mengoperasikan Crew Dragon secara manual dan memastikan semua bekerja.


Tes ini pun disiarkan dan orang bisa melihat kemudahan mengendalikan pesawat luar angkasa semudah menggunakan Twitter, Instagram atau Tinder.

"Sebagai pilot, seluruh karier saya punya cara tertentu untuk mengemudikan kendaraan, ini tentu berbeda," ujar Hurley dalam konferensi pers awal Mei 2020 lalu dikutip dari Space.

Sementara itu, Norm Knight, wakil direktur NASA Johnson Space Center Flight Operations, mengamini ada sebagian orang yang meragukan teknologi kekinian ini. Namun ia menepisnya dan meyakinkan bahwa Space X bekerja dengan para astronot untuk membuat teknologi antarmuka yang dapat diandalkan dan bekerja dengan baik.

"Ada banyak pengujian dan evaluasi yang masuk ke ergonomi penempatan apa yang ada di tampilan layar, bagaimana tampilan dipresentasikan pada kru," ujarnya.
=

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)