Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Layar Sentuh Bantu Penerbangan SpaceX ke Stasiun Luar Angkasa


Setelah menjadi astronaut pertama meluncur ke luar angkasa sejak NASA menutup program pesawat ulang-aliknya pada 2011, kedua astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley juga jadi yang pertama mengemudikan pesawat luar angkasa yang menggunakan layar sentuh di kabinnya.

Astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley berhasil meluncurkan roket dan mengaitkan kapsul Crew Dragon milik SpaceX dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), sekitar pukul 10.16 waktu timur (ET) atau pukul 21.16 WIB, Minggu (31/5).

Kapsul berhasil terkait setelah melewati 19 jam perjalanan sejak meluncur dengan roket dari Florida, Amerika Serikat.
Perjalanan bersejarah ini merupakan bagian dari proyek kerja sama NASA dan SpaceX. Dalam kapsul, Behnken dan Hurley 'cukup' mengendalikan pesawat dengan tiga panel layar sentuh dan beberapa tombol di bawahnya.

Selain memiliki kontrol layar sentuh, pesawat ini juga merupakan kendaraan otonom (bergerak otomatis tanpa dikendalikan manusia). Kru bisa menempatkan pesawat ke 'mode manual' dan mengendalikannya secara langsung.

Melansir dari The Verge, sebelumnya mereka harus melalui tes mengemudi pada Sabtu (30/5). Tes singkat ini menuntut mereka untuk mengoperasikan Crew Dragon secara manual dan memastikan semua bekerja.


Tes ini pun disiarkan dan orang bisa melihat kemudahan mengendalikan pesawat luar angkasa semudah menggunakan Twitter, Instagram atau Tinder.

"Sebagai pilot, seluruh karier saya punya cara tertentu untuk mengemudikan kendaraan, ini tentu berbeda," ujar Hurley dalam konferensi pers awal Mei 2020 lalu dikutip dari Space.

Sementara itu, Norm Knight, wakil direktur NASA Johnson Space Center Flight Operations, mengamini ada sebagian orang yang meragukan teknologi kekinian ini. Namun ia menepisnya dan meyakinkan bahwa Space X bekerja dengan para astronot untuk membuat teknologi antarmuka yang dapat diandalkan dan bekerja dengan baik.

"Ada banyak pengujian dan evaluasi yang masuk ke ergonomi penempatan apa yang ada di tampilan layar, bagaimana tampilan dipresentasikan pada kru," ujarnya.
=

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025