Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Pembebasan Lahan Kawasan Industri Brebes Tunggu Izin Pemprov


Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Brebes mengaku eksekusi lahan untuk pengembangan kawasan industri Brebes belum dimulai. Pasalnya, Pemkab Brebes masih menunggu penentuan lokasi yang diawali dari penerbitan izin lingkungan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap rencana pemerintah untuk memindahkan pengembangan kawasan industri dari Brebes ke wilayah Batam karena terkendala pembebasan lahan.

Kendati demikian, Pemkab Brebes bergegas untuk menyelesaikan hambatan-hambatan lainnya seperti sosialisasi Rencana Tata Ruang Dan Tata Wilayah (RT/RW) yang baru serta masalah kejelasan status lahan warga.


"Izin lingkungan sudah kita bahas. Untuk prosesnya, berkas juga sudah masuk. informasi tentang tata ruang tata wilayah juga sebentar lagi dikeluarkan dan kami tinggal mengeluarkan izin prinsip untuk menyelesaikan izin lingkungan," tutur Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Brebes Ratim Rantoko
Rabu (10/6).
Pemkab, sambung Ratim, juga berdiskusi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan menyepakati awal dimulainya pembebasan lahan pada Juli mendatang.

Beriringan dengan itu, ia berharap pemerintah Pemprov dapat bergerak cepat dalam mengurus proses penerbitan izin lingkungan untuk penentuan lokasi.

"Bulan Juli itu dimulai ada eksekusi lahan. Kami sudah kerja bakti, kerja keras sampai kemarin. Begitu kami ketemu Pak Bahlil, kepala BKPM, besoknya kami rapatkan untuk menyikapi perkembangan itu," imbuhnya.

Selain itu, menurut Ratim, kendala pembebasan lahan juga tak lepas dari pandemi covid-19. Sebelum pandemi, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana sosialisasi RT/RW Jawa Tengah yang baru dan memulai proses identifikasi sertifikat kepemilikan lahan.
Namun, kini baru satu dari tiga kecamatan yang berhasil diidentifikasi kejelasan status kepemilikan lahannya di lokasi yang akan menjadi kawasan industri terpadu di Brebes tersebut.

"Kalau kami mengacu dari ketentuan pemerintah pusat diharapkan sudah ada hak kepemilikan yang jelas dalam hal ini sertifikat. Dan kemarin juga sudah kami bahas akan kami dorong dalam rangka pembebasan supaya tidak bermasalah," ucapnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Brebes telah menyiapkan 3.976 hektar lahan untuk kawasan industri terpadu yang akan dikelola oleh PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma-BUMN yang porsi kepemilikan sahamnya dimiliki Pemerintah Pusat dan Pemprov Jawa Tengah.

Pengembangan kawasan industri Brebes sendiri telah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2023 serta Perpres 79 tahun 2019. Rencananya, kawasan ini akan menjadi lokasi yang direkomendasikan untuk menampung relokasi pabrik Amerika Serikat dari China.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)