Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Ribuan Orang AS Sukarela di-PHK


Pandemi virus corona (covid-19) membuat ribuan orang menerima tawaran untuk berhenti bekerja secara sukarela. Data di Amerika Serikat (AS) menunjukkan lebih dari 10 ribu orang menerima tawaran pemutusan hak kerja (PHK) dan meninggalkan perusahaan secara sukarela.

Mereka memilih pensiun dini atau menjadi pengangguran untuk sementara waktu di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat pandemi covid-19.

Tawaran berhenti bekerja yang diterima secara sukarela ini dinilai lebih menguntungkan bagi pekerja karena memberikan kepastian.


Program sukarela ini juga dinilai dapat menjadi langkah awal yang baik jika perusahaan ingin mengurangi jumlah karyawan.
"Ini akan menghemat posisi orang-orang yang ingin memiliki masa depan dengan perusahaan, dan menawarkan pilihan bagi mereka yang mempertimbangkan untuk membuat perubahan hidup," terang Andrew Challenger, wakil presiden perusahaan outplacement Challenger, Gray and Christmas, dikutip dari CNN.com, Minggu (7/6).

Berhenti bekerja secara sukarela juga dapat memudahkan perusahaan jika ingin merekrut kembali orang-orang yang telah meninggalkan perusahaan karena dianggap berhenti dengan hubungan baik.

"Dan jika orang bersedia pergi secara sukarela dengan hubungan baik, perusahaan mungkin dapat lebih mudah mengembalikannya jika kondisi bisnis membaik," imbuh Challenger.

Dari kacamata perusahaan, pemberhentian kerja secara sukarela dianggap sebagai keputusan yang tepat di tengah pandemi covid-19 yang membuat situasi ekonomi merosot tajam.
Berhenti bekerja secara sukarela dapat membantu mengurangi upah tenaga kerja dan mengurangi ancaman tuntutan hukum dari pemecatan tidak sengaja dan PHK sepihak.

Salah satu perusahaan yang menawarkan berhenti kerja secara sukarela untuk karyawannya adalah maskapai penerbangan. American Airlines (AAL) mengumumkan 4.500 pilot dan pramugari menerima tawaran berhenti bekerja secara sukarela pada bulan lalu.

Perusahaan Southwest (LUV) juga menawarkan penghentian kerja secara sukarela untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 1967. Perusahaan ini tidak pernah menerapkan PHK sebelumnya.

Perusahaan pembuat pesawat, Boeing (BA) juga mengumumkan bahwa 5.520 orang menerima tawaran PHK sukarela. Namun, hampir 7.000 orang tidak menerima PHK sukarela. Perusahaan itu kini tengah mencari solusi agar target pengurangan 16 ribu pekerja tercapai pada akhir tahun ini.
Selain perusahaan penerbangan, perusahaan teknologi Kickstarter dan sistem manajemen rumah sakit Lee Health juga mengumumkan program PHK sukarela.

Perusahaan keuangan TIAA mengonfirmasi bahwa mereka menawarkan paket menguntungkan untuk pekerja yang menerima tawaran PHK secara sukarela. Tawaran itu meliputi 91 minggu gaji pokok, bonus tunai serupa tahun lalu, dan membayar hingga 18 bulan perlindungan medis yang disubsidi oleh perusahaan.

Paket itu ditawarkan kepada dua pertiga dari 16.500 karyawan perusahaan di seluruh dunia, atau sekitar 11.000 penawaran. Namun, perusahaan hanya mengharapkan 5-7 persen saja atau 800 karyawan yang menerima tawaran itu.

Penawaran PHK sukarela ini juga dinilai menimbulkan dilema pada karyawan. "Mereka berpikir secara spesifik, 'Jika saya menerima tawaran itu sekarang, akan kah saya lebih baik atau lebih buruk?'" ungkap Alex Alonso, salah satu kepala Society for Human Resource Management.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)