Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

BPS Sebut Sensus Penduduk Online Hanya Diikuti 51 Juta Orang


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah masyarakat yang mengikuti sensus penduduk online sebanyak 51,36 juta jiwa. Angka itu berdasarkan perhitungan hingga penutupan masa perhitungan sensus penduduk online pada 30 Mei 2020.

"Hingga 30 Mei 2020 jumlah yang mengikuti 31,36 juta jiwa. Dengan mempertimbangkan ini adalah sensus online di Indonesia yang pertama kali, hasil ini membuktikan bahwa kepedulian masyarakat sangat luar biasa," ungkap Kepala BPS Suhariyanto, Selasa (2/6).

Ia menyatakan total penduduk Indonesia yang tercatat di Indonesia saat ini sebanyak 270 juta orang. Ini artinya, total masyarakat yang mengikuti sensus penduduk online setara dengan 19 persen dari total masyarakat.


"Untuk itu apa yang akan kami kerjakan setelah sensus penduduk online itu kami akan mengolah hasilnya dan membuat daftar penduduk yang akan kami buat satu per satuan lingkungan setempat dari hasil penduduk nanti," jelas dia.
Selanjutnya, Suhariyanto menjelaskan pihaknya akan melakukan sensus penduduk secara offline pada September 2020. Nantinya, BPS akan merekrut 247 ribu orang untuk melakukan sensus penduduk tersebut.

"Nanti petugas sensus akan ditemani oleh ketua RT berkeliling rumah tangga untuk membagikan kuisioner secara offline," terang Suhariyanto.

Dengan demikian, tak ada proses wawancara yang akan dilakukan oleh petugas BPS dengan masyarakat selama melakukan proses sensus penduduk. Masyarakat hanya diminta untuk mengisi kuisioner yang nantinya akan langsung diambil oleh petugas sensus.

"Sehingga penduduk yang belum melalukan sensus online kami harapkan betul-betul pada September 2020 nanti bersama-sama mencatat atau mengisi kuisioner," katanya.



Ia menambahkan BPS pada awalnya berencana merekrut petugas baru hingga 400 ribu orang. Namun, karena anggaran BPS dipangkas hingga 43 persen di tengah pandemi virus corona, maka jumlah petugas yang akan direkrut berkurang menjadi hanya 247 ribu orang.

"Kemudian karena ada efisiensi pelatihannya nanti tidak dilakukan tatap muka, tapi video conference sekaligus untuk menerapkan protokol kesehatan. Dengan ada virus corona kami harus betul-betul ubah," pungkas Suhariyanto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)