Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

HSBC PHK 35 Ribu Karyawan


HSBC melanjutkan rencana pemangkasan jumlah karyawan di tengah pandemi virus corona. Dalam sebuah surat kepada staf, CEO HSBC Noel Quinn mengatakan akan memutuskan hubungan kerja (PHK) dengan 35 ribu karyawan dari rencana 200 ribu selama tiga tahun ke depan.
Menurut Quinn, kinerja bisnis bank yang bermarkas di London tersebut sempat membaik pada awal tahun setelah melambat beberapa tahun sebelumnya. Namun, pandemi virus corona menghantam perbaikan yang dilakukan, sehingga langkah PHK menjadi lebih mendesak.
"Laba kami turun pada kuartal pertama dan hampir semua proyeksi ekonomi menunjukkan masa-masa sulit di masa depan. Langkah dan perubahan yang kami umumkan pada Februari lalu, tidak lebih penting dari hari ini. Kami tidak dapat menghentikan jumlah karyawan yang akan kehilangan pekerjaan," ujarnya,
Kamis (18/6).
Sekadar mengingatkan, pada pengumuman Februari lalu, bank kelas kakap yang sebagian besar bisnisnya terkonsentrasi di Asia Pasifik itu memutuskan menunda rencana PHK. Alasannya, demi melayani pelanggan di tengah pandemi corona.
Namun sekarang, manajemen dipaksa melihat masa depan dan bergerak maju dengan program transformasi dan restrukturisasi organisasi, termasuk upaya memangkas biaya operasional.
"Ketika membuat keputusan tentang redudansi, kami serius mempertimbangkan kondisi setempat. Karenanya, kami berencana mempekerjakan kembali kolega di mana kami bisa," imbuh dia.
Diketahui, laba HSBC anjlok 48 persen dibandingkan kuartal I 2019 lalu menjadi US$3,2 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Bisnis HSBC juga di bawah tekanan setelah jajaran eksekutif perusahaan secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap sikap Hong Kong yang menolak UU Keamanan Nasional. Hal itu dikecam oleh pejabat pemerintah AS dan Inggris.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini