Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

George RR Martin Harap Winds of Winter Rampung 2021


Penulis seri novel Game of Thrones, George RR Martin mengungkapkan perkembangan terbaru dari Winds of Winter. Bukan hanya itu, curhat yang ia ungkap dalam tulisan di blognya itu juga mengungkapkan kondisinya terkini.
Tulisan bertajuk Writing, Reading, Writing itu ia mulai dengan penjelasan mengenai kondisinya. Ia mengaku dalam kondisi sehat meski virus corona melanda dunia.
"Saya menghabiskan banyak waktu setiap hari pada The Winds of Winter dan membuat kemajuan yang stabil. Saya menyelesaikan bab baru kemarin, bab lain selesai tiga hari lalu dan bab lain pekan sebelumnya," tulis Martin.

Ia melanjutkan, "Tapi tidak, ini bukan berarti novel ini akan selesai besok dan dirilis pekan depan. Ini akan menjadi buku yang besar dan masih panjang jalan yang harus saya tempuh."
Penulis asal Inggris ini kemudian mengungkapkan kekecewaan lantaran acara CoNZealand digelar secara virtual. Hal itu membuat ia membatalkan rencana berkunjung ke Wellington bersama isrtinya, Parris.
Meski begitu, ia yakin ada hikmah di balik pandemi ini. Saat ini ia mengaku tidak ingin melakukan banyak kegiatan karena bisa mengganggu momentum (untuk menulis) yang sudah ia bangun.
"Saya bisa selalu mengunjungi Wellington tahun depan, ketika saya harap baik Covid-19 dan The Winds of Winter akan rampung," kata Martin, dalam blognya.
The Winds of Winter merupakan novel keenam dari seri novel A Song of Ice and Fire. Seri tersebut dimulai dengan novel A Game of Thrones pada 1991.
Seri novel ini mengisahkan perebutan takhta dalam benua Westeros yang terbagi dalam tujuh wilayah di bawah kepemimpinan satu kerajaan besar. Pada setiap wilayah ditunjuk satu Great House untuk memerintah kerajaan-kerajaan kecil.
Penggarapan The Winds of Winter sudah sangat lama dan beberapa kali ditunda. Terakhir Martin merilis novel kelima bertajuk A Dance With Dragon pada 2011 silam.
Novel tersebut seharusnya sudah rampung pada 2015, tapi sampai saat ini belum juga bertengger di rak toko buku. Martin selalu berkelit ketika ditanya mengenai waktu perilisan.
"Saya pikir akan dirilis akhir tahun ini, tapi hei, saya berpikir hal yang sama tahun lalu," kata Martin pada 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025