Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Penerima BLT Dana Desa Diprediksi Meleset 4,5 Juta Keluarga


Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memproyeksi penyaluran bansos tunai (BLT) dana desa hanya sebesar 64 persen dari target 12,34 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Artinya, penerima BLT dana desa diprediksi hanya 7,84 juta KPM.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar penyaluran BLT dana desa tak setinggi target awal. Pasalnya, bansos ini hanya digunakan untuk melengkapi jenis bantuan lainnya yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak virus corona.
"Dalam pelaksanaan menurun karena memang kebanyakan BLT dana desa digunakan sebagai pengisi rongga-rongga yang kosong, yakni ketika bansos tunai tidak dapat, program keluarga harapan (PKH) tidak dapat, bantuan pangan non tunai (BPNT) tidak dapat, baru diisi BLT dana desa," kata Abdul dalam video conference, Rabu (17/6).
Namun, ia menilai penyaluran bansos dalam bentuk PKH, BPNT, hingga bansos tunai sudah tepat. Dengan demikian, hanya sedikit masyarakat yang perlu dibantu dengan BLT dana desa.

"Bahasanya, kami kehabisan sasaran. Ini dibuktikan dengan simulasi dari 12,34 juta calon penerima manfaat, fakta lapangan hari ini sudah 6,88 juta orang menerima manfaat atau sekitar 58 persen dari target," imbuh Abdul.
Kendati proyeksi penerima BLT dana desa tak sesuai target, tapi pemerintah tetap memperpanjang penyaluran bansos tersebut pada Juli-September 2020. Namun, nilai bantuannya turun dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu per KPM.
"Sudah keluar aturannya tentang perpanjangan penyaluran BLT dana desa dari Juli sampai September 2020 sebesar Rp300 ribu per keluarga," jelasnya.
Sebagai informasi, pemerintah mengestimasikan anggaran dana desa yang digunakan untuk menyalurkan BLT sebesar Rp22,22 triliun pada tahun ini. Dana itu diprediksi cukup untuk memberikan BLT kepada 12,34 juta KPM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini