Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

BI Disebut Punya Ruang Turunkan Suku Bunga Acuan


Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan. Rentang penurunan suku bunga acuan yang masih bisa dilakukan di kisaran 25 hingga 50 basis poin (bps).
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai penurunan di rentang tersebut masih membuat suku bunga acuan kompetitif.
"Kalau melihat dari sinyal yang disampaikan Pak Gubernur BI, memang ada kemungkinan, kami sendiri menilai ada ruang di Bank Indonesia sekitar 25-50 bps, masih kompetitif untuk jaga capital flow (aliran modal) tetap ada di Indonesia," ujarnya dalam Economic Outlook Bank Mandiri, Rabu (17/6).

Pada Mei lalu, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan posisi suku bunga acuan di level 4,5 persen. Besok, Kamis (18/6) BI akan kembali mengumumkan tingkat suku bunga acuan Juni.
Andry menuturkan ruang penurunan masih terbuka lantaran tingkat inflasi rendah yakni di bawah 3 persen hingga akhir tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei sebesar 0,07 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Inflasi lebih rendah dari posisi April 2020 yang sebesar 0,08 persen dan Mei 2019 yang sebesar 0,68 persen.
Sementara inflasi secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) sebesar 0,09 persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 2,19 persen pada Mei 2020.
Selain faktor domestik, ia memprediksi sentimen pasar keuangan global terutama dari kebijakan Bank Sentral AS memperkuat nilai tukar rupiah. Dengan demikian, suku bunga BI masih tetap kompetitif meskipun dikerek turun.
"Kemudian ada potensi kalau stimulus dari Bank sentral AS kemudian dialirkan oleh investor yang mulai pasang posisi risk on, memang bisa membuat rupiah berada di jalur fundamentalnya. Itu yang menjadi alasan tim kami," imbuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini