Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Mumi Wanita Mesir Berteriak Diduga karena Serangan Jantung

Penelitian terbaru membuktikan mumi wanita asal Mesir dengan kondisi mulut terbuka diduga meninggal karena serangan jantung. Menggunakan Computed Tomography (CT) scan, para peneliti menemukan radang dan endapan lemak pada pembuluh darah sebagai indikasi dari serangan jantung.

Selain itu, para ahli juga menduga wanita Mesir yang menjadi mumi itu meninggal sendirian saat terkena serangan jantung dan baru ditemukan setelah beberapa jam kejadian. Sebab, hasil penelitian menunjukkan ada tanda-tanda rigor mortis.

Rigor mortis adalah pengerasan otot dan persendian yang dimulai satu atau dua jam setelah kematian dan kemudian memudar ketika tubuh mulai membusuk setelah dua hari atau lebih.

Melansir Live Science, mumi itu ditemukan di Deir el-Bahari, sebuah kompleks pemakaman di seberang Sungai Nil, Luxor, pada 1881. Saat pertama ditemukan terdapat nama 'Meritamun' di bagian bungkus mumi tersebut, namun para ahli tidak mengetahui siapa sosok tersebut.

Para ahli menyampaikan ada beberapa putri di Mesir kuno bernama Meritamun, termasuk putri penguasa dinasti ke-17 Thebes, Seqenenre Taa II (juga dieja Seqenenre Tao II), yang memerintah sekitar 1558 SM, dan putri Ramses II (juga dikenal sebagai Ramesses the Great), yang menjadi firaun pada 1279 SM.

Meritamun diketahui adalah satu dari dua mumi yang ditemukan di Deir el-Bahari dalam kondisi terlihat seperti berteriak. Mumi pertama telah diidentifikasi sebagai Pentawere, putra Ramses III yang terpaksa melakukan bunuh diri setelah diduga ikut serta dalam rencana untuk memotong tenggorokan Firaun.

Pentawere tidak mengalami pembungkusan yang baik ketika dijadikan mumi. Dia hanya dibungkus dengan kulit domba, bukan linen dan organ-organnya tidak dihilangkan. Tak hanya itu, mulut Pentawere dibiarkan tidak tertutup rapat.

Ahli Mesir Kuno, Zahi Hawass dan Sahar Saleem, seorang ahli radiologi di Universitas Kairo menggunakan CT, sebuah metode yang melibatkan rotasi sinar X di sekitar tubuh sehingga untuk gambar 3 dimensi mumi Meritamun.

Hasil pemindaian mengungkapkan bahwa Meritamun telah dimumikan dengan baik. Tidak seperti Pentawere, organnya banyak yang diangkat, meskipun jantung, trakea, dan paru-parunya masih ada.

Melansir Gizmodo, Meritamun memiliki tinggi 151 sentimeter. Berdasarkan tulang dan giginya, para peneliti percaya dia meninggal pada usia 50-an. Giginya Meritamun penuh berlubang dan beberapa gigi geraham membusuk.

Petunjuk terbesar bagi kesehatan Meritamun adalah aterosklerosis yang mengganggu pembuluh darahnya. Aterosklerosis yang luas itulah yang membuat para peneliti berspekulasi bahwa Meritamun meninggal karena serangan jantung.

Namun, diagnosis ini hanya dugaan. Sebab, aterosklerosis juga dapat membunuh dengan menyebabkan stroke atau penyumbatan pembuluh darah di otak. Para peneliti akan mempublikasikan temuan mereka dalam edisi mendatang di Journal of Radiology and Nuclear Medicine Mesir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini