Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bus Listrik Transjakarta Uji Angkut Penumpang Mulai Besok


Pemegang merek BYD asal China, Bakrie Autoparts, bakal melakukan uji coba bus listrik untuk Transjakarta pada Rabu (1/7). Uji coba yang melibatkan dua unit bus listrik ini berbeda dari sebelumnya sebab dilakukan secara komersial.
"Uji cobanya dimulai besok. Di rute GR1 [nanti diubah jadi jalur EV1] Blok M - Balai Kota. Hari ini masih dilakukan tes jalur," kata Presiden Direktur dan CEO Bakrie Autoparts Dino A Ryandi melalui pesan singkat, Selasa (30/6).
Dino menjelaskan uji coba ini akan melengkapi pengujian yang sudah dilakukan pada tahun lalu secara terbatas. Pada tahun lalu bus listrik BYD untuk Transjakarta belum mendapatkan STNK, memakai pelat nomor putih (uji coba), dan belum lolos uji KIR yang membuat pengujian hanya bisa dilakukan tanpa mengangkut penumpang.

Selama pengujian pada tahun lalu bus listrik BYD mengangkut kemasan air galon untuk menggantikan penumpang.
"Kalau kemarin-kemarin baru pre trial karena definisi trial resmi itu bus harus lolos semua proses homologasi, punya STNK dan pelat nomor, dan lolos KIR. Bus kami adalah bus elektrik pertama di Indonesia yang memenuhi semua persyaratan itu," kata dia.
Pengujian pada besok dilakukan sambil mengangkut penumpang umum. Bus listrik disebut sudah dilengkapi alat tapping pembayaran Transjakarta.
Uji coba juga dikatakan akan melibatkan Transjakarta, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, dan konsultan independen.
"Karena uji resmi ini harus bisa dilakukan secara komersial, mengangkut penumpang berbayar," kata Dino.
Dino memaparkan pengujian bakal memakan waktu hingga tiga bulan, setelah itu hasilnya akan digunakan untuk menetapkan tarif, baru kemudian diverifikasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Layanan Pelayanan Secara Elektrinik (LPSE).
"Jadi setelah trial tidak langsung digunakan operasional sama TJ. Hasil trial ini akan dipakai untuk penetapan tarif. Tarif Rp per km ini akan diverifikasi lagi oleh LKPP/LPSE," katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini