Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

LIPI Ungkap Potensi Abrasi Tiga Pulau di Kepulauan Riau


Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Wahyu Budi Setyawan menyatakan abrasi yang terjadi sejumlah pulau di Kepulauan Riau berpotensi disebabkan oleh faktor alam dan manusia.
Terkait faktor alam, abrasi yang terjadi di Kepri bisa terjadi akibat dua kemungkinan. Pertama, disebabkan oleh arus dari Selat Malaka atau dari arah Barat Laut yang datang setiap musim kemarau.
Sementara untuk faktor manusia, bisa dipicu oleh aktivitas di perairan, misalnya pengerukan pasir. Dia menyebut pengerukan pasir membuat dasar laut menjadi semakin dalam sehingga energi gelombang meningkat dan menciptakan lereng curam.
"Secara teoritis, banyak hal yang bisa menyebabkan abrasi," ujar Wahyu
Senin (13/7).
Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar menyebut tiga pulau terluar Kepri mengalami abrasi parah. Dia mengklaim abrasi disebabkan oleh gelombang dan arus laut yang besar dari Selat Malaka.
Syamsuar juga menyebut dampak dari abrasi itu mempengaruhi mundurnya garis pantai terluar Provinsi Riau. Selain itu, abrasi mempengaruhi Sumber Daya Alam pada Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), mata pencaharian masyarakat, infrastruktur jalan, rumah masyarakat, fasilitas umum, dan fasilitas sosial di pulau tersebut.
Lebih lanjut, Wahyu menyebut lereng akibat penambangan pasir bisa menyebabkan longsor di dasar permukaan laur dan pada akhirnya menciptakan abrasi di pantai.
"Kemungkinan lain adalah aktivitas di darat, misalnya mangrovenya di buang atau karang diambil. Jadi untuk untuk mengetahui pasti, kita harus tahui kondisi pulau dan lingkungan di sana," ujarnya.
Wahyu menuturkan abrasi merupakan hasil interaksi antara kekuatan dari laut seperti gelombang arus atau pasang surut. Sedangkan interaksi yang terjadi di darat disebut dengan sedimentasi.
Lebih lanjut, Wahyu menyebut abrasi berdampak pada berkurangnya daratan sebuah wilayah. Sehingga, dia mengaku tidak heran jika abrasi menjadi persoalan sebuah daerah atau negara.
Sedangkan untuk ekosistem, dia berkata abrasi membuat pantai keruh dan mengganggu kehidupan terumbu karang. Dia juga menyebut abrasi berpotensi menghancurkan mangrove.
"Kalau pengaruh langsung memang sulit dilihat. Tapi kalau tidak langsung kita perlu lihat bagaimana nelayan memanfaatkan daerah yang mengalami abrasi," ujar Wahyu.
Di sisi lain, Wahyu menyampaikan ada dua cara untuk mencegah abrasi, yakni secara alami dan bangunan teknik pantai. Secara alami, dia menyebut abrasi bisa dicegah dengan memanfaatkan mangrove.
"Kalau daerah itu sudah mengalami erosi berat, itu perlu bantuan dengan teknik pantai. Misalnya kita membangun groin atau pemecah gelombang," ujarnya.
"Kalau abrasi karena gelombang bisa dibangun groin atau pemecah gelombang. Jadi erosi bisa ditangani."
Wahyu menambahkan abrasi tidak terjadi di seluruh pantai di Indonesia. Sebab, dia berkata beberapa pantai mengalami sedimentasi.
Lebih dari itu, dia juga mengimbau semua masyarakat untuk menghentikan penambangan pasir dan pemusnahan mangrove untuk mencegah abrasi. Dia menyebut abrasi di pantai yang terdapat kehidupan manusia bisa berdampak negatif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini