Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Daftar 7 Aplikasi VPN Gratis yang Bocorkan Data Pengguna


Tujuh aplikasi VPN gratis ketahuan membocorkan  jutaan data pengguna. Temuan dari vpnMentor ini juga menyebutkan setidaknya ada 20 juta pengguna yang mengalami kebocoran data akibat aplikasi VPN tersebut.
Ketujuh aplikasi tersebut adalah:
- UFO VPN,
- FAST VPN,
- Free VPN,
- Super VPN,
- Flash VPN,
- Secure VPN
- Rabbit VPN.
Berdasarkan pantauan vpnMentor, total data yang bocor setidaknya berjumlah 1,207 TB. UFO VPN, sebuah layanan yang berbasis di Hong Kong, memiliki basis data yang terekspos dengan jumlah data 894GB.
Dilansir dari Android Police, UFO VPN tersedia di Android, dan memiliki lebih dari 10 juta instalasi di Play Store.  Data tersebut  tersebut meliputi kata sandi akun, sesi VPN rahasia dan tokem, alamat IP perangkat dan server klien, sistem operasi yang digunakan, dan banyak lagi.
Sementara itu FAST VPN, Super VPN, dan Secure VPN telah diunduh sebanyak lebih dari 1 juta kali.  Free VPN telah diunduh sebanyak 100 ribu kali, dan Flash VPN 10 ribu kali.
Selain itu, vpnMentor menemukan log berisi aktivitas di server yang meliputi nama, alamat email, alamat rumah, hingga data mengenai transaksi Bitcoin. Dilansir dari  Ihodl, vpnMentor juga percaya bahwa semua aplikasi sebenarnya dibuat oleh pengembang yang sama.
Sebelumnya,  aplikasi VPN dan pemblokir iklan besutan Sensor Tower juga ketahuan diam-diam mengumpulkan data pengguna Android dan iOS.
Kedua aplikasi tersebut mengirimkan data-data yang dikumpulkan ke Sensor Tower meski membantah hubungan antara aplikasi dengan Sensor Tower.
Aplikasi ini telah diunduh sebanyak 35 juta kali oleh pengguna iOS dan Android. Sejak 2015, Sensor Tower diketahui setidaknya memiliki 20 aplikasi di Android maupun iOS.
Empat aplikasi baru, yakni Free and Unlimited VPN, Luna VPN, Mobile Data, dan Adblock Focus baru saja tersedia di Google Play Store. Adblock Focus dan Luna VPN hanya ada di App Store Apple.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini