Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Seperti Oppo, Realme Ikut Bikin Pengisi Daya 125W


Realme resmi meluncurkan perangkat pengisi daya cepat (fast charging) 125 Watt bernama UltraDART.
Peluncuruan itu dilakukan sehari setelah Oppo meluncurkan SuperVOOC, pengisi daya yang juga berkekuatan 125W.
Realme mengklaim UltraDART dapat mengisi baterai berkapasitas 4.000 mAh dari 0 ke 33 persen hanya dalam tiga menit.

Selain pengisi daya 125W, Realme juga meluncurkan dua pengisi daya dengan ukuran lebih tipis dan punya daya lebih kecil, SuperDart 50W dan 65W.
Untuk mencapai pengisian daya cepat, Realme menggunakan pengisian tiga arah. Selain teknologi pengisian tiga arah, pengisi daya cepat ini juga menurunkan tegangan (voltase) dan memperbesar nilai ampere.
Penurunan voltase efektif mengurangi pembuangan panas.SuperDart 50W dan 65W ini dirancang untuk mengakomodir pengguna ponsel yang menginginkan pengisi daya yang ringan.
Melansir GSM Arena, teknologi UltraDART mendukung beberapa protokol, termasuk PPS 125W, PD 65W, dan QC 36W. Selain itu, perangkat itu juga diklaim kompatibel dengan standar Dart sebelumnya, termasuk variasi VOOC dan Warp Charge.
Pengisian daya yang sangat cepat umumnya menghasilkan panas. Jika tidak dikendalikan, panas ini bisa membuat baterai ponsel meledak. Sehingga, teknologi pengisian cepat selalu memperhitungkan terjadinya panas.
Melansir GizmoChina, teknologi pengisian cepat Realme, sistem pengisian baru itu diketahui mengadopsi struktur flip-chip yang memperpendek jalur antara port Type-C dan mengurangi sumber panas.
tinggi untuk cepat menyerap dan menyebarkan energi panas selama bekerja.
Realme juga mengatakan penggabungan sistem gel konduktif termal dan lembaran grafit multi-layer area luas membuat suhu rata-rata selama proses pengisian tidak akan melebihi 40 derajat celsius.
Namun, pengembangan pengisi daya cepat Realme diduga tak lepas dari kemungkinan UltraDART diproduksi dengan bagian litbang dan pabrik Oppo, serta OnePlus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025