Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Fakta Kapal Induk Inggris yang Gabung AS-Jepang Lawan China


Kapal induk milik Inggris yang bernama HMS Queen Elizabeth dikabarkan bakal merapat ke perairan Indo-Pasifik untuk melawan China. Kapal itu akan bergabung dengan kapal Amerika Serikat dan Jepang telah lebih awal berada di perairan tersebut.
HMS Queen Elizabeth akan berlayar ke Indo-Pasifik untuk menggelar latihan perang dengan sekutu mereka, yakni AS dan Jepang.
Berikut fakta tentang kapal HMS Queen Elizabeth

1. Kapal terbesar Inggris

Melansir laman resmi Angkatan Laut Inggirs, HMS Queen Elizabeth adalah kapal terbesar dan paling kuat yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Kerajaan. Kapal perang itu diklaim mampu membawa hingga 40 pesawat.
HMS Queen Elizabeth memiliki panjang hingga 280 meter dan mampu bergerak dengan kecepatan lebih dari 25 knot.

2. Miliaran dollar

Melansir Past Factory, HMS Queen Elizabeth dibangun bersamaan dengan HMS Prince of Wales. Pembangunan keduanya menelan anggaran mencapau US$8 miliar atau Rp116,4 triliun.
HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales dibangun untuk menggantikan HMS Ark Royal dan HMS Illustrious yang dinonaktifkan, serta akan menjadi kapal militer Inggris untuk 50 tahun ke depan.

3. Sangat berat

HMS Queen Elizabeth adalah kapal raksasa yang beratnya 65.000 ton. HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales memiliki dua baling-baling yang masing-masing berbobot 33 ton.
Baling-baling itu dapat menghasilkan daya 80MW, yang cukup untuk mengoperasikan 50 kereta berkecepatan tinggi.
Kapal itu juga terbilang canggih karena memiliki sistem pengolahan air, yang akan menghasilkan 500 ton air tawar setiap hari. Air akan digunakan untuk keperluan kru serta untuk upaya kemanusiaan bila diperlukan.

4. Desain unik

Kapal induk kelas Queen Elizabeth memiliki desain yang unik. Kapal itu adalah yang pertama di dunia yang menggunakan desain twin-island, yang memisahkan pusat komando kapal dari operasi penerbangan.
Jadi, satu untuk navigasi dan operasi, dan satunya untuk kontrol penerbangan dan operasi udara.
Desain itu dikliam meningkatkan peluang kapal untuk bertahan dalam pertempuran. Sebab, setiap pusat kendali dapat mengambil alih operasi lain jika salah satu dari mereka tidak mampu.

5. Bermesin Roll-Royce

Melansir Naval Technology, HMS Queen Elizabeth menggunakan sistem propulsi listrik terintegrasi (IEP) milik Rolls-Royce. Kapal induk itu gagal menggunakan mesin nuklir karena lebih mahal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025