Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Jumat (10/7). Pergerakan indeks saham akan ditopang faktor teknikal.
Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan peluang penguatan IHSG cenderung terlihat. Ia memprediksi IHSG kembali menguji level support psikologis sebagai konfirmasi penguatan lanjutan.
"Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat," ujarnya dalam riset tertulis, dikutip Jumat (10/7).
Ia meramal IHSG melaju di rentang support 5.015 dan resistance 5.150. Menurutnya, pelemahan pada perdagangan kemarin merupakan aksi ambil untung investor lantaran IHSG menguat signifikan sebelumnya.
Sementara itu, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG bergerak konsolidasi.
"Gelombang tekanan pada IHSG belum berakhir," ucapnya.
Sentimen yang membayangi IHSG, kata dia, adalah pergerakan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.395 per dolar AS pada perdagangan pasar spot kemarin. Selain itu, ia menuturkan masih terjadi aliran modal asing keluar (outflow) di pasar keuangan.


"IHSG diperkirakan bergerak di 4.789-5.123," katanya.
Kemarin, indeks ditutup melemah di level 5.052, turun 23,38 poin atau 0,46 persen. Sementara itu, saham-saham utama Wall Street mayoritas melemah. Indeks Dow Jones turun 1,39 persen ke level 25.706, S&P 500 turun 0,56 persen ke level 3.152, dan Nasdaq Composite naik 0,53 persen menjadi 10.547.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini