Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Tampak pada Juli di RI, Komet Neowise Kembali Tahun 8786


Komet Neowise (Near Earth Object Wide-Infrared Survey Explorer) disebut para pengamat akan terlihat beberapa kali sepanjang Juli 2020.
Fenomena komet Neowise sangat langka. Sebab penduduk bumi diprediksi akan kembali melihat Neowise sekitar tahun 8786.
Komet Neowise pertama kali ditemukan pada 27 Maret 2020 oleh teleskop luar angkasa NASA. Kosmonot Rusia Ivan Vagner mengatakan ekor komet terlihat jelas dari kubah laboratorium ruang angkasa.
Komet mulai terlihat dari Bumi pada 5 atau 6 Juli pagi di timur laut. Sedangkan pada 11 Juli, komet akan mencapai ketinggian hampir 10 derajat.
Kemudian, selama 10 hari setelah 11 Juli, komet bertahap akan meluncur kembali ke arah cakrawala utara-timur laut, akhirnya menghilang dari visibilitas fajar.
Pemandangan komet yang jauh lebih baik akan terlihat di langit pada malam hari, 12 Juli. Ketika itu, komet akan tampak rendah di langit barat laut.
Pada 22 Juli, NEOWISE akan melakukan pendekatan terdekat ke Bumi, yang jaraknya 64 juta mil atau 103 juta km.
Pada 25 Juli, komet akan muncul 30 derajat naik dari cakrawala barat-barat laut saat kegelapan turun. Dan pada 30-31 Juli, komet itu akan melintas tepat di sebelah utara gugusan bintang Coma Berenices atau Berenice's Hair.
Komet bisa diamati dari Indonesia
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengonfirmasi masyarakat Indonesia bisa mengamati komet Neowise setelah tanggal 12 Juli.
"Iya, komet tersebut juga dapat diamati dari Indonesia. Setelah 12 Juli, komet akan tampak saat petang di arah barat laut," peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto saat dihubungi
Selasa (14/7).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini