Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Tampak pada Juli di RI, Komet Neowise Kembali Tahun 8786


Komet Neowise (Near Earth Object Wide-Infrared Survey Explorer) disebut para pengamat akan terlihat beberapa kali sepanjang Juli 2020.
Fenomena komet Neowise sangat langka. Sebab penduduk bumi diprediksi akan kembali melihat Neowise sekitar tahun 8786.
Komet Neowise pertama kali ditemukan pada 27 Maret 2020 oleh teleskop luar angkasa NASA. Kosmonot Rusia Ivan Vagner mengatakan ekor komet terlihat jelas dari kubah laboratorium ruang angkasa.
Komet mulai terlihat dari Bumi pada 5 atau 6 Juli pagi di timur laut. Sedangkan pada 11 Juli, komet akan mencapai ketinggian hampir 10 derajat.
Kemudian, selama 10 hari setelah 11 Juli, komet bertahap akan meluncur kembali ke arah cakrawala utara-timur laut, akhirnya menghilang dari visibilitas fajar.
Pemandangan komet yang jauh lebih baik akan terlihat di langit pada malam hari, 12 Juli. Ketika itu, komet akan tampak rendah di langit barat laut.
Pada 22 Juli, NEOWISE akan melakukan pendekatan terdekat ke Bumi, yang jaraknya 64 juta mil atau 103 juta km.
Pada 25 Juli, komet akan muncul 30 derajat naik dari cakrawala barat-barat laut saat kegelapan turun. Dan pada 30-31 Juli, komet itu akan melintas tepat di sebelah utara gugusan bintang Coma Berenices atau Berenice's Hair.
Komet bisa diamati dari Indonesia
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengonfirmasi masyarakat Indonesia bisa mengamati komet Neowise setelah tanggal 12 Juli.
"Iya, komet tersebut juga dapat diamati dari Indonesia. Setelah 12 Juli, komet akan tampak saat petang di arah barat laut," peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto saat dihubungi
Selasa (14/7).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)