Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Sempat Gagal, NASA Siap Uji Terbang Pesawat Starliner


NASA dan Boeing telah menyelesaikan tinjauan dari penerbangan uji coba Starliner yang mengalami cacat terbang pada akhir Desember lalu. Uji coba kedua akan dilakukan pada pertengahan atau akhir tahun 2020.
NASA mengatakan bahwa tim peninjau independen (IRT), yang secara bersama NASA dan Boeing menyelidiki penerbangan uji coba CST-100 Starliner Desember lalu sebagai bagian dari program Commercial Crew.
"Sama pentingnya dengan memahami penyebab teknis yang mengakibatkan uji penerbangan tidak memenuhi semua tujuan yang direncanakan, sama pentingnya untuk memahami bagaimana penyebab tersebut terhubung ke faktor organisasi yang dapat menjadi kontributor," kata pejabat NASA, Steve Jurczyk.

Tim peninjau memberikan 80 rekomendasi kepada Boeing dan NASA dalam peninjauan tersebut. Rekomendasi tersebut sedang ditindaklanjuti oleh Boeing dan NASA yang bersiap untuk melakukan uji tes kedua yang disebut Orbital Flight Test-2 (OFT-2).
Rekomendasi mencakup masalah komunikasi yang dialami selama misi disingkat Orbital Flight Test (OFT). NASA mengatakan Boeing akan memasang filter frekuensi radio untuk mengurangi interferensi out-of-band yang menyebabkan masalah komunikasi ruang-ke-darat selama penerbangan.
Dilansir dari Space News, masalah lainnya adalah kesalahan perangkat lunak dalam penghitung waktu yang terjadi saat misi  diluncurkan. Masalah ini membuat NASA membatalkan penambatan (docking) pesawat ruang angkasa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Selain itu, ada masalah konfigurasi perangkat lunak dengan pendorong dalam servis modul. Apabila tidak ditemukan bisa menyebabkan servis modul menabrak dan berpotensi merusak kapsul awak setelah pemisahan  dengan pendorong.
Dilansir dari situs NASA, Boeing mengumumkan pada menerbangkan uji orbit kedua tanpa biaya kepada pemerintah untuk membuktikan sistem Starliner memenuhi persyaratan NASA.
NASA membagi rekomendasi  ke dalam lima kategori besar, yaitu pengujian dan simulasi, persyaratan perangkat lunak, peningkatan proses dan operasional, pembaruan perangkat lunak, dan pengetahuan dan modifikasi perangkat keras Starliner.
NASA mengatakan Boeing telah mulai menerapkan rekomendasi tersebut.
"Begitu IRT menghasilkan rekomendasi, mereka mulai menambah sumber daya. Mereka telah secara bertahap mengubah perangkat lunak, menguji perangkat lunak, menambahkan sumber daya saat diperlukan," ujar Stich.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)