Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Sempat Gagal, NASA Siap Uji Terbang Pesawat Starliner


NASA dan Boeing telah menyelesaikan tinjauan dari penerbangan uji coba Starliner yang mengalami cacat terbang pada akhir Desember lalu. Uji coba kedua akan dilakukan pada pertengahan atau akhir tahun 2020.
NASA mengatakan bahwa tim peninjau independen (IRT), yang secara bersama NASA dan Boeing menyelidiki penerbangan uji coba CST-100 Starliner Desember lalu sebagai bagian dari program Commercial Crew.
"Sama pentingnya dengan memahami penyebab teknis yang mengakibatkan uji penerbangan tidak memenuhi semua tujuan yang direncanakan, sama pentingnya untuk memahami bagaimana penyebab tersebut terhubung ke faktor organisasi yang dapat menjadi kontributor," kata pejabat NASA, Steve Jurczyk.

Tim peninjau memberikan 80 rekomendasi kepada Boeing dan NASA dalam peninjauan tersebut. Rekomendasi tersebut sedang ditindaklanjuti oleh Boeing dan NASA yang bersiap untuk melakukan uji tes kedua yang disebut Orbital Flight Test-2 (OFT-2).
Rekomendasi mencakup masalah komunikasi yang dialami selama misi disingkat Orbital Flight Test (OFT). NASA mengatakan Boeing akan memasang filter frekuensi radio untuk mengurangi interferensi out-of-band yang menyebabkan masalah komunikasi ruang-ke-darat selama penerbangan.
Dilansir dari Space News, masalah lainnya adalah kesalahan perangkat lunak dalam penghitung waktu yang terjadi saat misi  diluncurkan. Masalah ini membuat NASA membatalkan penambatan (docking) pesawat ruang angkasa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Selain itu, ada masalah konfigurasi perangkat lunak dengan pendorong dalam servis modul. Apabila tidak ditemukan bisa menyebabkan servis modul menabrak dan berpotensi merusak kapsul awak setelah pemisahan  dengan pendorong.
Dilansir dari situs NASA, Boeing mengumumkan pada menerbangkan uji orbit kedua tanpa biaya kepada pemerintah untuk membuktikan sistem Starliner memenuhi persyaratan NASA.
NASA membagi rekomendasi  ke dalam lima kategori besar, yaitu pengujian dan simulasi, persyaratan perangkat lunak, peningkatan proses dan operasional, pembaruan perangkat lunak, dan pengetahuan dan modifikasi perangkat keras Starliner.
NASA mengatakan Boeing telah mulai menerapkan rekomendasi tersebut.
"Begitu IRT menghasilkan rekomendasi, mereka mulai menambah sumber daya. Mereka telah secara bertahap mengubah perangkat lunak, menguji perangkat lunak, menambahkan sumber daya saat diperlukan," ujar Stich.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025