Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Tertekan Kilau Harga Emas


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali melemah pada perdagangan Kamis (23/7). Pelemahan indeks saham seiring dengan kenaikan harga emas.
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan kenaikan harga emas berpotensi semakin menekan indeks. Tingginya kasus baru virus corona secara global menjadi pemicu investor melarikan dananya dari pasar modal ke safe haven.
Diketahui, harga emas di pasar internasional berada di kisaran US$1.850-1.860 per troy ons pada perdagangan Rabu (22/7), turut meningkatkan harga emas di dalam negeri.
Hal ini tercermin dari harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk yang naik Rp19 ribu menjadi Rp982 ribu per gram.
"IHSG diprediksi melemah. Masih ada kekhawatiran terkait semakin tingginya kasus baru yang membayangi kenaikan harga emas,"  katanya seperti dikutip dari risetnya.
Ia memproyeksi indeks saham bergerak di rentang support 5.074-5.092 dan resistance 5.135-5.160.
Sementara, Director Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi. Peluang pelemahan dinilai masih akan terjadi akibat fluktuasi harga tukar rupiah.
"Fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas akan turut mewarnai pergerakan IHSG," ucap William.
Ia memperkirakan IHSG melaju di rentang 4.989-5.188.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street ditutup menguat. Indeks Dow Jones hijau 0,62 persen ke level 27.005, S&P 500 naik 0,57 persen ke level 3.276, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,24 persen menjadi 10.706.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)