Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Tertekan Kilau Harga Emas


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali melemah pada perdagangan Kamis (23/7). Pelemahan indeks saham seiring dengan kenaikan harga emas.
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan kenaikan harga emas berpotensi semakin menekan indeks. Tingginya kasus baru virus corona secara global menjadi pemicu investor melarikan dananya dari pasar modal ke safe haven.
Diketahui, harga emas di pasar internasional berada di kisaran US$1.850-1.860 per troy ons pada perdagangan Rabu (22/7), turut meningkatkan harga emas di dalam negeri.
Hal ini tercermin dari harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk yang naik Rp19 ribu menjadi Rp982 ribu per gram.
"IHSG diprediksi melemah. Masih ada kekhawatiran terkait semakin tingginya kasus baru yang membayangi kenaikan harga emas,"  katanya seperti dikutip dari risetnya.
Ia memproyeksi indeks saham bergerak di rentang support 5.074-5.092 dan resistance 5.135-5.160.
Sementara, Director Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi. Peluang pelemahan dinilai masih akan terjadi akibat fluktuasi harga tukar rupiah.
"Fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas akan turut mewarnai pergerakan IHSG," ucap William.
Ia memperkirakan IHSG melaju di rentang 4.989-5.188.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street ditutup menguat. Indeks Dow Jones hijau 0,62 persen ke level 27.005, S&P 500 naik 0,57 persen ke level 3.276, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,24 persen menjadi 10.706.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini