Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Emas Antam Makin Mengilap, Sentuh Rp919 Ribu per Gram


Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam dibanderol Rp919 ribu per gram atau melesat Rp58 ribu per gram dibandingkan harga emas kemarin, yakni Rp861 ribu. Begitu pun dengan harga pembelian kembali yang naik Rp56 ribu menjadi Rp836 ribu per gram pada Selasa (24/3).

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp484 ribu, 2 gram Rp1,78 juta, 3 gram Rp2,65 juta, 5 gram Rp4,41 juta, 10 gram Rp8,76 juta, 25 gram Rp21,8 juta, dan 50 gram Rp43,53 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87 juta, 250 gram Rp217,25 juta, 500 gram Rp434,3 juta, dan 1 kilogram Rp868,6 juta.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.598,6 per troy ons atau naik 1,65 persen.
Begitu pula harga emas di perdagangan spot tercatat melejit 1,26 persen ke US$1.573,29 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi harga emas di pasar internasional masih akan menguat hari ini sejalan dengan positifnya indeks saham Asia. Misalnya, Nikkei menguat 4,88 persen dan Kospi naik 5,36 persen.

"Harga emas yang kini searah dengan indeks saham juga akan menguat," ujar Ariston kepada
Proyeksinya, harga emas di pasar internasional akan bergerak di kisaran US$1.550 sampai US$1.620 per troy ons pada hari ini. Sentimen utama berasal dari pengumuman kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
"The Fed merilis program kredit ke pebisnis AS melalui perbankan. Ini memberikan sentimen positif ke sebagian aset berisiko dan emas," jelasnya.

Di sisi lain, pelaku pasar masih menunggu kepastian rencana pemberian stimulus dari Presiden AS Donald Trump dengan nilai mencapai US$2 triliun.

"Bila disetujui, ini akan memberikan dorongan penguatan tambahan untuk harga emas," pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini