Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Sempat Duga Kena Corona, Co-Founder Apple Beri Konfirmasi


Co-founder Apple Inc, Steve Wozniak mengunggah cuitan di akun Twitter pribadinya bahwa ia dan sang istri Janet Wozniak mengatakan tidak terinfeksi virus corona novel (COVID-19).

Kabar ini disampaikan oleh Janet setelah beredar kabar kalau keduanya kemungkinan terjangkit virus corona. Namun, lewat surel yang dikirimkan ke salah satu media massa di AS, Janet mengonfirmasi kalau batuk yang sangat parah itu akibat infeksi sinus.

Sebelum terserang batuk, keduanya sempat melakukan perjalanan ke salah satu negara di Asia Tenggara dan baru saja kembali dari China.


Lewat akun Twitternya, Wozniak mengatakan sejak 4 Januari lalu, istrinya mengalami batuk yang cukup parah. Lalu, dia memeriksakan Janet ke rumah sakit dan dokter mendiagnosis Janet menderita infeksi sinus.
"Tanggal 4 Januari, Janet memeriksa batuk parahnya. Kami baru saja kembali dari China," cuit Wozniak.

Kepada jurnalis USA Today, Wozniak mengatakan sejatinya dia dijadwalkan menghadiri sejumlah acara penting di Las Vegas tetapi harus dibatalkan karena sakit tenggorokan hingga kehilangan suaranya.

"Kami membatalkan semua acara untuk pulang ke rumah, tetapi saya tidak bisa keluar dari kamar selama dua hari. Saya memberi tahu semua orang bahwa saya sakit," kata dia.

Lalu ia menganggap keadaan yang mereka derita sebagai 'flu terburuk dalam hidup kami'.

Wozniak sempat memberi tahu Pusat Pengendalian Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) terkait gejala virus corona tetapi pihak CDC hanya mengirimkan sebuah selembar kertas yang menyarankan mereka untuk mencuci tangan.

"Janet batuk sangat parah dan pergi ke rumah sakit dan mereka bilang ini bukan flu Amerika."

"Kami belum bisa diuji di negara ini. Seandainya kami kembali dari Asia Tenggara hari ini, dengan gejala yang kita miliki, kita pasti telah diuji dan dikarantina," pungkasnya.

Korban meninggal akibat virus corona di Negeri Paman Sam sampai hari ini telah merenggut nyata enam orang, seperti dilansir CNET. Wozniak dan Janet sendiri tinggal di Los Gatos, California, AS. 
Sementara korban meninggal akibat terinfeksi virus corona di seluruh dunia berjumlah 3.085 orang.

Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona tercatat sebanyak 45.581 orang.

Negara dengan jumlah penduduk yang terpapar kedua terbesar setelah China adalah Korea Selatan. Tercatat ada 4.335 penduduk setempat yang dinyatakan positif virus corona.

Dilaporkan 28 penduduk Korsel meninggal akibat virus corona, dan yang sembuh mencapai 30 orang.

Di Eropa, Italia menjadi pusat penyebaran wabah virus corona. Sebanyak 2.036 orang di negara itu dinyatakan positif virus corona, dengan korban meninggal mencapai 52 orang, dan yang sembuh 149 orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025