Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Sempat Duga Kena Corona, Co-Founder Apple Beri Konfirmasi


Co-founder Apple Inc, Steve Wozniak mengunggah cuitan di akun Twitter pribadinya bahwa ia dan sang istri Janet Wozniak mengatakan tidak terinfeksi virus corona novel (COVID-19).

Kabar ini disampaikan oleh Janet setelah beredar kabar kalau keduanya kemungkinan terjangkit virus corona. Namun, lewat surel yang dikirimkan ke salah satu media massa di AS, Janet mengonfirmasi kalau batuk yang sangat parah itu akibat infeksi sinus.

Sebelum terserang batuk, keduanya sempat melakukan perjalanan ke salah satu negara di Asia Tenggara dan baru saja kembali dari China.


Lewat akun Twitternya, Wozniak mengatakan sejak 4 Januari lalu, istrinya mengalami batuk yang cukup parah. Lalu, dia memeriksakan Janet ke rumah sakit dan dokter mendiagnosis Janet menderita infeksi sinus.
"Tanggal 4 Januari, Janet memeriksa batuk parahnya. Kami baru saja kembali dari China," cuit Wozniak.

Kepada jurnalis USA Today, Wozniak mengatakan sejatinya dia dijadwalkan menghadiri sejumlah acara penting di Las Vegas tetapi harus dibatalkan karena sakit tenggorokan hingga kehilangan suaranya.

"Kami membatalkan semua acara untuk pulang ke rumah, tetapi saya tidak bisa keluar dari kamar selama dua hari. Saya memberi tahu semua orang bahwa saya sakit," kata dia.

Lalu ia menganggap keadaan yang mereka derita sebagai 'flu terburuk dalam hidup kami'.

Wozniak sempat memberi tahu Pusat Pengendalian Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) terkait gejala virus corona tetapi pihak CDC hanya mengirimkan sebuah selembar kertas yang menyarankan mereka untuk mencuci tangan.

"Janet batuk sangat parah dan pergi ke rumah sakit dan mereka bilang ini bukan flu Amerika."

"Kami belum bisa diuji di negara ini. Seandainya kami kembali dari Asia Tenggara hari ini, dengan gejala yang kita miliki, kita pasti telah diuji dan dikarantina," pungkasnya.

Korban meninggal akibat virus corona di Negeri Paman Sam sampai hari ini telah merenggut nyata enam orang, seperti dilansir CNET. Wozniak dan Janet sendiri tinggal di Los Gatos, California, AS. 
Sementara korban meninggal akibat terinfeksi virus corona di seluruh dunia berjumlah 3.085 orang.

Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona tercatat sebanyak 45.581 orang.

Negara dengan jumlah penduduk yang terpapar kedua terbesar setelah China adalah Korea Selatan. Tercatat ada 4.335 penduduk setempat yang dinyatakan positif virus corona.

Dilaporkan 28 penduduk Korsel meninggal akibat virus corona, dan yang sembuh mencapai 30 orang.

Di Eropa, Italia menjadi pusat penyebaran wabah virus corona. Sebanyak 2.036 orang di negara itu dinyatakan positif virus corona, dengan korban meninggal mencapai 52 orang, dan yang sembuh 149 orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)