Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Peta Pesebaran Covid-19 Nasional Disiapkan, Pakai AI


Konsorsium Covid-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan menyiapkan peta persebaran infeksi virus corona SARS-COV-2 secara nasional dan dibekali dengan teknologi Artificial Intelligence (AI/ kecerdasan buatan).

Peta spasial ini akan digunakan untuk untuk melacak persebaran virus corona SARS-Cov-2 di Indonesia. Hal ini diungkap Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Kemenristek, Ali Ghufron Mukti. menuturkan big data terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia digambarkan dengan peta spasial (referensi ruang kebumian).

"Jadi penyebarannya dengan data movement (pergerakan), ada proyeksi, termasuk nanti bisa digambarkan dengan peta spasial jika datanya sudah tersedia," jelasnya dalam konferensi pers lewat video yang dilaksanakan oleh Kemenristek, di Jakarta, Kamis (26/3).
Peta pun akan dibekali dengan kecerdasan buatan untuk mengolah big data. Sehingga, dari analisa big data tersebut, bisa diketahui bagaimana seorang pasien tertular Covid-19.

"Selain itu, [peta tersebut bisa memperlihatkan] bagaimana satu orang tertular dan bagaimana perjalanan virus itu dari satu tempat ke tempat yang lain secara nasional," kata Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam.

Menurut Nizam, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah komunitas AI untuk melakukan big data analytics (analisis big data).

"Teman-teman komunitas AI sudah melakukan juga beberapa big data analytics, sehingga nanti bisa diketahui hubungan antara satu pasien dengan pasien yang lain," tuturnya.
Lebih lanjut kata Nizam, pemanfaatan teknologi AI juga dapat diandalkan sebagai mitigasi penelusuran jejak pasien bepergian (tracing) dan pelacakan (tracking) posisi pasien berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan.

"Kita juga sudah mulai melakukan screening dan tracking sehingga itu menjadi bagian dari big data, setiap orang bisa kita pantau ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan bisa segera diambil tindakan," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah mengumumkan aplikasi untuk melacak para pasien corona. Pelacakan dilakukan dengan aplikasi yang dipasang pada ponsel mereka yang positif terinfeksi virus corona SARS-COV-2.

Aplikasi ini akan menyimpan jejak lokasi pasien selama 14 hari (tracing), melacak pergerakan (tracking), dan menjaga agar pasien tidak "kabur" dari lokasi isolasi (fencing).

Namun, aplikasi ini tidak bisa lebih jauh memantau bagaimana penularan dan penyebaran virus corona seperti yang diwacanakan Kemenristek.

Berdasarkan hasil tracing dan tracking, orang-orang di sekitar pasien positif corona  yang terdeteksi akan diberikan peringatan untuk segera menjalankan protokol ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Aplikasi ini dibuat bersama para operator seluler di Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini