Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Pakar Sebut Kanibalisme pada Beruang Kutub Meningkat


Peneliti Rusia melaporkan peningkatan kasus kanibalisme atau saling makan antar-beruang kutub di Kutub Utara. Ini terjadi seiring kerusakan habitatnya akibat pencairan es sebagai dampak pemanasan global dan aktivitas manusia.

Dilansir dari AFP, pakar beruang kutub Ilya Mordvintsev mengatakan kasus kanibalisme merupakan fakta lama yang kini cukup sering terjadi.
"Kami khawatir bahwa kasus seperti itu jarang ditemukan, sementara sekarang mereka cukup sering dicatat. Kami menyatakan bahwa kanibalisme pada beruang kutub semakin meningkat," kata dia.


Mordvintsev menduga kanibalisme terjadi akibat pasokan makanan beruang kutub berkurang. Predator dalam kasus kanibalisme ini adalah beruang kutub jantan yang memakan beruang kutub betina dan anaknya.

"Dalam beberapa musim tidak ada cukup makanan dan pejantan besar menyerang betina dengan anaknya," kata dia.

Peningkatan laporan kasus kanibalisme beruang kutub juga diduga diakibatkan semakin banyaknya orang yang bekerja di Kutub Utara. Kanibalisme beruang kutub tak hanya dilaporkan oleh peneliti, namun juga pekerja minyak dan pegawai pemerintahan.
Daerah dari Teluk Ob ke Laut Barents pada musim dingin menjadi rute sibuk bagi kapal-kapal yang mengangkut LNG (gas alam cair). Padahal daerah tersebut merupakan lokasi berburu beruang kutub.

Bahkan es di sana mengalami pencairan akibat adanya ekstraksi gas aktif di semenanjung Yamal yang berbatasan dengan Teluk Ob dan peluncuran kilang LNG Arktik.

"Teluk Ob selalu menjadi tempat perburuan beruang kutub. Sekarang telah terjadi pencairan es sepanjang tahun," katanya.



Rusia, pengekspor minyak dan gas utama dunia, ingin mengembangkan potensi LNG-nya di Kutub Utara. Mereka juga secara signifikan meningkatkan fasilitas militernya di sana.

Peneliti Rusia Vladimir Sokolov telah mencatat semakin banyak beruang kutub bergerak menjauh dari tempat perburuan mereka akibat pencarian es karena pemanasan global.

Dalam 25 tahun terakhir, katanya, level es Kutub Utara pada akhir musim panas telah turun sebesar 40 persen. Dia meramalkan beruang kutub pada akhirnya tidak akan lagi berburu di es laut dan terbatas di daerah pantai.

Warga Rusia yang tinggal di daerah Kutub Utara melaporkan puluhan beruang kutub memasuki area tempat tinggal manusia dan menjarah tempat pembuangan sampah untuk mencari makanan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025