Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pakar Sebut Kanibalisme pada Beruang Kutub Meningkat


Peneliti Rusia melaporkan peningkatan kasus kanibalisme atau saling makan antar-beruang kutub di Kutub Utara. Ini terjadi seiring kerusakan habitatnya akibat pencairan es sebagai dampak pemanasan global dan aktivitas manusia.

Dilansir dari AFP, pakar beruang kutub Ilya Mordvintsev mengatakan kasus kanibalisme merupakan fakta lama yang kini cukup sering terjadi.
"Kami khawatir bahwa kasus seperti itu jarang ditemukan, sementara sekarang mereka cukup sering dicatat. Kami menyatakan bahwa kanibalisme pada beruang kutub semakin meningkat," kata dia.


Mordvintsev menduga kanibalisme terjadi akibat pasokan makanan beruang kutub berkurang. Predator dalam kasus kanibalisme ini adalah beruang kutub jantan yang memakan beruang kutub betina dan anaknya.

"Dalam beberapa musim tidak ada cukup makanan dan pejantan besar menyerang betina dengan anaknya," kata dia.

Peningkatan laporan kasus kanibalisme beruang kutub juga diduga diakibatkan semakin banyaknya orang yang bekerja di Kutub Utara. Kanibalisme beruang kutub tak hanya dilaporkan oleh peneliti, namun juga pekerja minyak dan pegawai pemerintahan.
Daerah dari Teluk Ob ke Laut Barents pada musim dingin menjadi rute sibuk bagi kapal-kapal yang mengangkut LNG (gas alam cair). Padahal daerah tersebut merupakan lokasi berburu beruang kutub.

Bahkan es di sana mengalami pencairan akibat adanya ekstraksi gas aktif di semenanjung Yamal yang berbatasan dengan Teluk Ob dan peluncuran kilang LNG Arktik.

"Teluk Ob selalu menjadi tempat perburuan beruang kutub. Sekarang telah terjadi pencairan es sepanjang tahun," katanya.



Rusia, pengekspor minyak dan gas utama dunia, ingin mengembangkan potensi LNG-nya di Kutub Utara. Mereka juga secara signifikan meningkatkan fasilitas militernya di sana.

Peneliti Rusia Vladimir Sokolov telah mencatat semakin banyak beruang kutub bergerak menjauh dari tempat perburuan mereka akibat pencarian es karena pemanasan global.

Dalam 25 tahun terakhir, katanya, level es Kutub Utara pada akhir musim panas telah turun sebesar 40 persen. Dia meramalkan beruang kutub pada akhirnya tidak akan lagi berburu di es laut dan terbatas di daerah pantai.

Warga Rusia yang tinggal di daerah Kutub Utara melaporkan puluhan beruang kutub memasuki area tempat tinggal manusia dan menjarah tempat pembuangan sampah untuk mencari makanan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini