Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Bisa Picu Kematian, Warga Harus Waspada Hoaks Info Kesehatan


Warga diminta untuk bisa menyaring dan mewaspadai informasi palsu atau hoaks terkait kesehatan, karena dianggap bisa memicu kematian.

"Dampak hoaks kesehatan bisa menyebabkan kematian, beda dengan hoaks politik yang hanya mengubah pandangan dan emosi seseorang," ujar Ketua Umum DPP Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI), Mahesa Paranadipa, usai acara diskusi terbuka di Hotel Santika, Sabtu (29/2).
Mahesa mengatakan informasi menyesatkan dalam bidang kesehatan menempati urutan ketiga, setelah politik dan pemerintahan. Namun akibat yang ditimbulkan jauh lebih berbahaya.


Dalam penjelasannya, Mahesa mengatakan ada beberapa bagian otak manusia yang mudah dimanipulasi. Maka dari itu otak perlu dilatih dengan cara memperbanyak pengetahuan dari membaca buku.




"Bagian otak manusia terbagi dua, ada bagian yang mudah dimanipulasi, dan ada otak yang berpikir kritis tapi bagian ini mudah lelah, untuk itu perlu memperbanyak literasi," katanya.

Mahesa memberikan tips untuk tidak mudah dikelabui kabar bohong bidang kesehatan. Salah satu caranya adalah dengan menghindari artikel dengan judul provokatif, serta mencermati penyedia informasi.

"Hati-hati dengan judul provokatif, pastikan situsnya resmi dan terpercaya, serta selalu cek kembali informasi tersebut ke ahli-ahli terkait, misalnya dokter atau petugas kesehatan," katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini