Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ma'ruf Amin Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 0 Persen


Wakil Presiden Ma'ruf Amin ingin angka kemiskinan di Indonesia segera turun. Bahkan, ia  memiliki target muluk dan besar.

Ia menargetkan angka kemiskinan di Indonesia yang pada Maret 2019 masih 9.41 persen bisa ditekan menjadi 0 persen. Target tersebut ia sampaikan di depan para dai.

"Kemiskinan kita 9 koma sekian, kami ingin menghilangkan sampai 0 persen, jadi bukan 9, kita masih 9 koma. Target kami bagaimana kemiskinan hilang. Tak ada lagi orang miskin," kata Ma'ruf saat berpidato di depan peserta Rakernas Ikatan Dai Indonesia, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (9/3).

Meski demikian, Ma'ruf tak merinci kapan target tersebut bisa dicapai. Ia hanya berkeinginan agar seluruh umat dan masyarakat Indonesia hidup dan membekali diri menjadi orang-orang yang terbebas dari kemiskinan.
"(Intinya) Bagaimana masyarakat sejahtera lahir dan batin," kata dia.

Mantan Rais Aam PBNU itu hanya mengatakan agar kemiskinan bisa dihapus dari Indonesia dai dan tokoh agama perlu berperan.  Peran tersebut dimintanya karena Islam telah mengajarkan umatnya untuk saling bantu membantu mengentaskan kemiskinan masyarakat.

Ma'ruf bahkan mengatakan mengentaskan kemiskinan masuk memiliki hukum fardu kifayah. Artinya, wajib dilakukan oleh umat Islam. Tapi, kewajiban menjadi gugur bila ada seorang muslim yang sudah menjalankannya.

"Bahkan kalau sampai tak makan, bukan lagi fardu kifayah, tapi fardu ain. Atau kurang pakaian, atau sebangsanya, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, ini kan gejala-gejala kemiskinan. Artinya kemiskinan harus kita hilangkan, minimal hukumnya fardu kifayah," kata dia.



Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin Indonesia pada Maret 2019 sebesar 25,14 juta penduduk. Angka ini diketahui menurun sebanyak 810 ribu penduduk dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika dilihat dari persentase jumlah penduduk, penduduk miskin hingga Maret 2019 tercatat 9,41 persen atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya 9,82 persen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini