Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Johnny Respons Aplikasi Selfie Polandia Kala Karantina Corona


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengklaim sedang mencari seluruh teknologi yang ada untuk membuat aplikasi pemantauan maupun pelacakan terhadap masyarakat, pasien positif virus corona (SARS-CoV-2), pasien dalam pengawasan (PDP), maupun orang dalam pengawasan (ODP).

Menteri Komunikasi dan Informatika  Johnny G. Plate menyatakan hal tersebut ketika ditanya soal penerapan aplikasi pengawasan karantina di rumah di Polandia.

Baru-baru ini Polandia meluncurkan aplikasi ponsel yang mewajibkan masyarakat mengirimkan swafoto sebagai laporan kepada pihak otoritas untuk memastikan masyarakat berada di rumah selama karantina.

"Kemenkominfo cari semua teknologi, semua cara, semua aplikasi, agar kita bisa memanfaatkan semaksimal mungkin untuk memutus mata rantai penularan virus corona," kata Johnny saat dihubungi
Johnny juga menyinggung baru-baru ini Kemenkominfo meluncurkan catbot WhatsApp yang diberi nama COVID19.GO.ID dengan nomor telepon 081113339900 hingga WhatsApp blast sebagai langkah melakukan sosialisasi di WhatsApp.

Di sisi lain, Johnny mengingatkan keberadaan teknologi akan percuma apabila masyarakat tidak menerapkan langkah-langkah pencegahan mandiri virus corona, mulai dari social distancing hingga menjaga kebersihan diri.

"Semua teknologi itu sifatnya pemantauan pasif. Yang paling penting itu masyarakat ambil bagian untuk terapkan jarak fisik. Karena dengan menerapkan jarak fisik, protokol kesehatan kita bisa putus mata rantai penularan dan penyebaran virus," ujar Johnny.




Dihubungi terpisah, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan yakin Indonesia memiliki teknologi untuk menerapkan aplikasi pemantauan karantina serupa dengan Polandia.

Akan tetapi, teknologi tetap dibutuhkan dasar-dasar hukum agar masyarakat berkenan untuk melapor dengan menggunakan selfie ke pihak otoritas saat dikarantina di rumah. Teknologi pelaporan ini sesungguhnya telah diterapkan di beberapa perusahaan Indonesia untuk keperluan absensi

"Secara teknologi Indonesia bisa, dan beberapa perusahaan sudah memanfaatkan. Kita juga tetap harus ada dasar hukumnya sehingga ada kewajiban hukum agar masyarakat mau melapor," kata Semuel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini