Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Planet Unik Mirip Jupiter Punya Hujan Besi Cair


Ilmuwan dari Universitas Jenewa menyatakan telah menemukan planet ekstrasurya baru dengan bentuk cuaca yang ekstrem. Planet ini diyakini sering mengalami hujan besi cair.

Planet yang dikenal sebagai WASP-76b itu berjarak sekitar 640 tahun cahaya dari Bumi. Peneliti mengaku tidak dapat mengunjunginya dengan teknologi saat ini.

Namun, kekuatan European Southern Observatory's Very Large Telescope (VLT) memungkinkan untuk mendeteksi keajaiban alam ini dari jauh.

Melansir BGR, penulis haris penelitian David Ehrenreich mengatakan mekanisme terjadinya hujan besi ini dimungkinkan karena suhu planet yang sangat panas. Pada siang hari, para peneliti percaya suhu bisa naik hingga 2.400 derajat Celcius dan malam jauh lebih dingin.
Ehrenreich berkata suhu yang sangat panas di siang hari dapat menguapkan logam, tetapi ketika gas-gas itu dibawa oleh angin ke sisi gelap yang lebih dingin menyebabkan besi membentuk tetesan cair yang kemudian turun dari atmosfer.

Meskipun planet itu lebih dingin di sisi malam, peneliti berkata suhu masih sangat panas berkisar 1.500 derajat Celcius. Tingginya suhu itu membuat logam cair yang jatuh dari langit akan sangat panas.




Melansir New Scientist, WASP-76b merupakan planet ekstrasurya yang mirip dengan Jupiter. WASP-76B diselimuti gas raksasa yang mirip dengan Jupiter, tetapi dengan orbit yang jauh lebih pendek di sekitar bintangnya, kurang dari dua hari Bumi.

Hujan besi di WASP-76b tidak terdistribusi secara merata. Hujan zat besi hadir selama transisi malam planet dari siang ke malam, tetapi tidak dari malam ke siang. Tim peneliti dapat membedakan hal itu dari jumlah cahaya yang terlihat di kedua sisi WASP-76b, yang sesuai dengan batas antara siang dan malam.

Karena transisi malam menghasilkan penurunan suhu yang drastis, tim peneliti berpikir zat besi mengembun menjadi awan ketika mencapai sisi planet yang lebih gelap dan lebih dingin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini