Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Planet Unik Mirip Jupiter Punya Hujan Besi Cair


Ilmuwan dari Universitas Jenewa menyatakan telah menemukan planet ekstrasurya baru dengan bentuk cuaca yang ekstrem. Planet ini diyakini sering mengalami hujan besi cair.

Planet yang dikenal sebagai WASP-76b itu berjarak sekitar 640 tahun cahaya dari Bumi. Peneliti mengaku tidak dapat mengunjunginya dengan teknologi saat ini.

Namun, kekuatan European Southern Observatory's Very Large Telescope (VLT) memungkinkan untuk mendeteksi keajaiban alam ini dari jauh.

Melansir BGR, penulis haris penelitian David Ehrenreich mengatakan mekanisme terjadinya hujan besi ini dimungkinkan karena suhu planet yang sangat panas. Pada siang hari, para peneliti percaya suhu bisa naik hingga 2.400 derajat Celcius dan malam jauh lebih dingin.
Ehrenreich berkata suhu yang sangat panas di siang hari dapat menguapkan logam, tetapi ketika gas-gas itu dibawa oleh angin ke sisi gelap yang lebih dingin menyebabkan besi membentuk tetesan cair yang kemudian turun dari atmosfer.

Meskipun planet itu lebih dingin di sisi malam, peneliti berkata suhu masih sangat panas berkisar 1.500 derajat Celcius. Tingginya suhu itu membuat logam cair yang jatuh dari langit akan sangat panas.




Melansir New Scientist, WASP-76b merupakan planet ekstrasurya yang mirip dengan Jupiter. WASP-76B diselimuti gas raksasa yang mirip dengan Jupiter, tetapi dengan orbit yang jauh lebih pendek di sekitar bintangnya, kurang dari dua hari Bumi.

Hujan besi di WASP-76b tidak terdistribusi secara merata. Hujan zat besi hadir selama transisi malam planet dari siang ke malam, tetapi tidak dari malam ke siang. Tim peneliti dapat membedakan hal itu dari jumlah cahaya yang terlihat di kedua sisi WASP-76b, yang sesuai dengan batas antara siang dan malam.

Karena transisi malam menghasilkan penurunan suhu yang drastis, tim peneliti berpikir zat besi mengembun menjadi awan ketika mencapai sisi planet yang lebih gelap dan lebih dingin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)