Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Suzuki Indonesia Sebut Stok Impor Ignis dari India 'Aman'


Produsen otomotif di dalam negeri yang mengandalkan impor mobil dari India mengaku belum merasakan dampak kebijakan lockdown yang diterapkan selama 21 hari sejak 24 Maret. Lockdown itu diikuti penutupan pabrik sementara oleh berbagai merek termasuk Suzuki dan Mahindra.

Penjual mobil Suzuki dan Mahindra di Indonesia menyatakan status stok mobil impor dari India mereka masih aman sampai Mei.
Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda empat Donny Saputra menyampaikan bisnis tidak terganggu sebab pihaknya telah memasok mobil sebelum India melakukan lockdown dengan jumlah yang diperkirakan cukup hingga akhir Mei.

Sejauh ini mobil Suzuki yang diimpor utuh (CBU) dari India untuk dijual pasar Tanah Air yakni SUV SX4 S-Cross, Baleno Hatchback, dan mobil kota Ignis.

"Kalau stok mobil CBU sebetulnya sudah disiapkan jauh-jauh hari buat kondisi lebaran [akhir Mei 2020]. Jadi stok kami masih aman," kata Donny saat dihubungi
Donny juga menjelaskan lockdown India tidak begitu mempengaruhi suplai komponen buat perakitan kendaraan pabrik Suzuki di dalam negeri.

"Karena kan mobil yang kami buat di Indonesia konten lokal sudah tinggi, jadi ya tidak berdampak signifikan juga," ungkap dia.

RMA Indonesia, distributor merek mobil asal India, Mahindra, juga memastikan bisnisnya tidak akan terkendala karena lockdown India. Menurut perusahaan stok yang ada sekarang masih cukup untuk kebutuhan penjualan di dalam negeri.

Mahindra diketahui hanya menjual satu model pikap Scorpio yang tersedia versi kabin tunggal dan kabin ganda. Mobil ini meluncur perdana di Indonesia Oktober 2019.

"Jadi stok mobil dan suku cadang aman, sudah sesuai," kata Marketing dan Sales Senior Manager RMA Indonesia Yanto Mardianto.


Sejumlah produsen otomotif di India sudah menunda aktivitas produksi. Mereka mendukung kebijakan pemerintah sebagai upaya menghentikan penularan virus corona (Covid-19). India sebelumnya telah melaporkan 415 kasus corona yang diprediksi jumlahnya meningkat dalam waktu dekat.

Beberapa merek yang sudah menghentikan produksi di India yaitu Mercedes-Benz, Maruti Suzuki, Mahindra, Ford, Fiat, hingga produsen sepeda motor Bajaj, Yamaha, sampai dengan TVS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025