Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Suzuki Indonesia Sebut Stok Impor Ignis dari India 'Aman'


Produsen otomotif di dalam negeri yang mengandalkan impor mobil dari India mengaku belum merasakan dampak kebijakan lockdown yang diterapkan selama 21 hari sejak 24 Maret. Lockdown itu diikuti penutupan pabrik sementara oleh berbagai merek termasuk Suzuki dan Mahindra.

Penjual mobil Suzuki dan Mahindra di Indonesia menyatakan status stok mobil impor dari India mereka masih aman sampai Mei.
Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda empat Donny Saputra menyampaikan bisnis tidak terganggu sebab pihaknya telah memasok mobil sebelum India melakukan lockdown dengan jumlah yang diperkirakan cukup hingga akhir Mei.

Sejauh ini mobil Suzuki yang diimpor utuh (CBU) dari India untuk dijual pasar Tanah Air yakni SUV SX4 S-Cross, Baleno Hatchback, dan mobil kota Ignis.

"Kalau stok mobil CBU sebetulnya sudah disiapkan jauh-jauh hari buat kondisi lebaran [akhir Mei 2020]. Jadi stok kami masih aman," kata Donny saat dihubungi
Donny juga menjelaskan lockdown India tidak begitu mempengaruhi suplai komponen buat perakitan kendaraan pabrik Suzuki di dalam negeri.

"Karena kan mobil yang kami buat di Indonesia konten lokal sudah tinggi, jadi ya tidak berdampak signifikan juga," ungkap dia.

RMA Indonesia, distributor merek mobil asal India, Mahindra, juga memastikan bisnisnya tidak akan terkendala karena lockdown India. Menurut perusahaan stok yang ada sekarang masih cukup untuk kebutuhan penjualan di dalam negeri.

Mahindra diketahui hanya menjual satu model pikap Scorpio yang tersedia versi kabin tunggal dan kabin ganda. Mobil ini meluncur perdana di Indonesia Oktober 2019.

"Jadi stok mobil dan suku cadang aman, sudah sesuai," kata Marketing dan Sales Senior Manager RMA Indonesia Yanto Mardianto.


Sejumlah produsen otomotif di India sudah menunda aktivitas produksi. Mereka mendukung kebijakan pemerintah sebagai upaya menghentikan penularan virus corona (Covid-19). India sebelumnya telah melaporkan 415 kasus corona yang diprediksi jumlahnya meningkat dalam waktu dekat.

Beberapa merek yang sudah menghentikan produksi di India yaitu Mercedes-Benz, Maruti Suzuki, Mahindra, Ford, Fiat, hingga produsen sepeda motor Bajaj, Yamaha, sampai dengan TVS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini