Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Karyawan Dirumahkan Gara-gara Corona, Youtube Andalkan AI


Youtube lebih mengandalkan kecerdasan buatan (AI) machine learning daripada manusia untuk menyaring konten-konten di platform di tengah wabah virus corona (SARS-CoV-2).

Biasanya algoritme dari AI akan mendeteksi konten ilegal dan akan mengirimkan kepada manusia untuk melakukan penilaian. Namun sistem ini harus berubah karena YouTube mengurangi jumlah pegawai datang ke kantor.

"Kami sementara akan mulai lebih mengandalkan teknologi untuk membantu beberapa pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh pengulas. Ini berarti sistem otomatis akan mulai menghapus beberapa konten tanpa ulasan manusia," kataYoutube dikutip dari blog resminya.

Youtube akan memungkinkan sistem secara otomatis menghapus beberapa konten tanpa ulasan manusia. Platform mengaku sistem baru ini akan menyebabkan peningkatan penghapusan video meski video tersebut tidak melanggar aturan platform.

Youtube juga tak akan memberi teguran pada konten, kecuali apabila konten tersebut gamblang melanggar aturan. Pembuat konten juga masih bisa mengajukan banding terhadap penghapusan konten.

Dilansir dari blog Youtube, pengajuan banding ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama atau tertunda sebagai imbas minimnya pekerja yang datang ke kantor.

"Tindakan pencegahan tenaga kerja kami juga akan menghasilkan tinjauan banding yang tertunda," kata Youtube.
Youtube juga mengatakan akan lebih berhati-hati tentang konten apa yang dipromosikan termasuk streaming. Kebijakan penggunaan mesin AI ini juga bisa berubah dengan cepat seiring dengan perkembangan wabah corona.

Platform awalnya melakukan demonetisasi seluruh video yang membahas virus corona. Akan tetapi, Youtube akhirnya setuju mengaktifkan iklan pada sejumlah kanal YouTube yang membahas virus corona.

Di sisi lain, pemerintah Inggris kini telah meminta influencer untuk membantu memerangi hoaks dan misinformasi virus corona.

"Kami akan terus menegakkan kebijakan kami mengenai konten virus corona, termasuk menghapus video yang membuat orang tak mencari perawatan medis atau mengklaim zat berbahaya memiliki manfaat kesehatan," kata Youtube.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)