Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Sepekan WFH Disebut Tak Mengurangi Polusi Udara Jakarta


Greenpeace mengatakan belajar dan kerja dari rumah (work from home/WFH) yang sudah berjalan sepekan pasca merebaknya virus corona (SARS-CoV-2) tidak mengurangi polusi udara.

Juru Kampanye Energi Greenpeace Indonesia, Bondan Andriyanu mengatakan berdasarkan data AirVisual dan AirNow pada hari ini Selasa (24/3) menunjukkan Air Quality Index (AQI) dengan polutan PM 2,5 tingkat kosentrasi mikrometer/m³ menyentuh angka 156. Angka AQI ini tertinggi selama satu bulan terakhir.

Dengan angka ini, udara sangat tidak sehat bagi orang sensitif dengan gangguan pernapasan atau asma.
Bondan menyangka Jakarta memiliki sumber pencemar udara di luar transportasi. Asumsinya, seharusnya sumber pencemar udara transportasi berkurang ketika pemerintah memberlakukan pembatasan aktivitas di luar rumah.

"Hari ini Jakarta bergerak ke peringkat ke 10 [kota dengan AQI terburuk], banyak yang bekerja dari rumah tapi datanya justru terjadi peningkatan PM 2.5 artinya bisa jadi ada sumber lain tidak bergerak yang masih berkontribusi pada pencemaran udara," ujar Bondan.


Berdasarkan AirVisual, kualitas udara Jakarta pasca WFH sempat membaik menjelang akhir pekan, yakni pada Jumat (20/3) hingga Minggu (22/3) dengan angka AQI masing masing 88, 67, dan 72.
Pada hari diberlakukan WFH pada Senin (16/3), kualitas udara Jakarta membaik dengan angka AQI 88. Pada Selasa (17/3) kualitas udara Jakarta masih dalam kisaran baik dengan angka AQI yang naik sedikit ke 94.

Penurunan kualitas udara di Jakarta terjadi pada Rabu (18/3) dengan angka 131. Angka kualitas pada Rabu merupakan berada pada peringkat ketiga terparah selama sebulan terakhir.




Penyebab Kualitas Memburuk Meski WFH

Bondan menduga ada sumber pencemar lain selain transportasi. Dugaan berkaca pada masih buruknya kualitas udara di Jakarta meski pembakaran kendaraan bermotor berkurang signifikan dengan penerapan WFH maupun pembatasan aktivitas di luar rumah.

Oleh karena itu, Bondan mengatakan perbaikan kualitas udara harus didasari oleh riset inventarisasi emisi untuk mengidentifikasi sumber pencemar. Sehingga upaya pengendalian sumber pencemaran udara bisa berdasarkan hasil inventarisasi emisi.

"Soal keterbukaan data sumber pencemar udara menjadi penting Sehingga kita tidak berdebat soal sumbernya dari mana," ujar Bondan.

Bondan mengatakan pemerintah tak akan bisa mengidentifikasi sumber pencemar selama tidak melakukan inventarisasi emisi. Sumber pencemar lain selain transportasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara, aktivitas industri hingga pembakaran sampah.

"Selama tidak ada data sumber pencemar yang dipublikasi pemerintah, kita tidak akan tahu sumber pencemar udara yang kita hirup dari mana," ujar Bondan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini