Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Karyawan BMW di Jerman Terjangkit Virus Corona


BMW mengonfirmasi satu orang karyawannya di Munchen, Jerman positif terjangkit virus corona.

Automotive News, Selasa (3/3), mengabarkan, BMW sudah merumahkan selama 14 hari buat 150 karyawan lainnya yang telah melakukan kontak sebagai langkah antisipasi.

Karyawan yang positif Covid-19 disebutkan bekerja di bagian penelitian dan pengembangan, dia disebut belakangan tidak pergi ke luar negeri. Kondisinya saat ini diungkap BMW membaik dan mendapat penanganan dari rumah sakit.


Perusahaan otomotif asal Jerman itu telah melakukan tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi situasi, termasuk menutup lokasi yang terkena dampak dan melakukan desinfeksi.
Jerman pada Senin (2/3) mengonfirmasi setidaknya ada 28 kasus Covid-19 baru. Total kasus yang ada di negara paling padat penduduk di Eropa itu saat ini mencapai 157.

Sejauh ini kasus Covid-19 di Jerman masih tergolong 'ringan', otoritas setempat menyatakan belum ada pasien yang meninggal.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan tergantung otoritas lokal untuk memutuskan apakah tetap mengizinkan acara besar yang melibatkan banyak orang. Hal itu dikatakan merespons Swiss yang melarang acara dengan keterlibatan lebih dari 1.000 orang digelar.

Sikap Swiss berakibat Geneva Auto Show yang seharusnya digelar pada pekan ini dibatalkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)