Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Karyawan BMW di Jerman Terjangkit Virus Corona


BMW mengonfirmasi satu orang karyawannya di Munchen, Jerman positif terjangkit virus corona.

Automotive News, Selasa (3/3), mengabarkan, BMW sudah merumahkan selama 14 hari buat 150 karyawan lainnya yang telah melakukan kontak sebagai langkah antisipasi.

Karyawan yang positif Covid-19 disebutkan bekerja di bagian penelitian dan pengembangan, dia disebut belakangan tidak pergi ke luar negeri. Kondisinya saat ini diungkap BMW membaik dan mendapat penanganan dari rumah sakit.


Perusahaan otomotif asal Jerman itu telah melakukan tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi situasi, termasuk menutup lokasi yang terkena dampak dan melakukan desinfeksi.
Jerman pada Senin (2/3) mengonfirmasi setidaknya ada 28 kasus Covid-19 baru. Total kasus yang ada di negara paling padat penduduk di Eropa itu saat ini mencapai 157.

Sejauh ini kasus Covid-19 di Jerman masih tergolong 'ringan', otoritas setempat menyatakan belum ada pasien yang meninggal.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan tergantung otoritas lokal untuk memutuskan apakah tetap mengizinkan acara besar yang melibatkan banyak orang. Hal itu dikatakan merespons Swiss yang melarang acara dengan keterlibatan lebih dari 1.000 orang digelar.

Sikap Swiss berakibat Geneva Auto Show yang seharusnya digelar pada pekan ini dibatalkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025