Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

The Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp14.112


Nilai tukar rupiah menguat 1,12 persen ke level Rp14.112 per dolar AS pada perdagangan Rabu (4/3) sore.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.171 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Selasa (3/3), yakni Rp14.222 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, ringgit Malaysia menguat 0,66 persen, won Korea 0,61 persen, yuan China 0,44 persen, dan peso Filipina 0,35 persen.

Selanjutnya, lira Turki juga menguat 0,34 persen, dolar Singapura 0,27 persen, baht Thailand 0,26 persen, serta dolar Taiwan 0,23 persen diikuti dolar Hong Kong yang menguat 0,04 persen. Di sisi lain, pelemahan hanya terjadi pada yen Jepang 0,28 persen, dan rupee India sebesar 0,16 persen terhadap dolar AS.
Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak menguat terhadap dolar AS. Terpantau, dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing menguat sebesar 0,36 persen dan 0,17 persen. Sementara, euro dan poundsterling Inggris melemah dengan nilai masing-masing sebesar 0,04 persen dan 0,19 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah hari ini disebabkan oleh sentimen pemangkasan suku bunga dari bank sentral AS The Fed.

"Pemangkasan suku bunga The Fed menjadi sentimen positif yang mendorong penguatan rupiah hari ini," kata Ibrahim saat dihubungi
Sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan pada Selasa (3/3) malam. Federal Funds Rate langsung dipotong 50 basis poin (bps) menjadi 1 hingga 1,25 persen.

Diketahui, terakhir kali The Fed menurunkan suku bunga acuan dengan nilai lebih dari 25 bps adalah pada 2008, saat Negeri Paman Sam tengah dilanda krisis ekonomi.

Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.990 hingga Rp14.200 pada perdagangan Kamis (5/3) esok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini