Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Tercatat 16 Orang Tewas di AS karena Airbag Takata


Kematian pengemudi Honda Civic produksi 2002 yang terjadi pada Juni 2018 di Arizona, Amerika Serikat (AS), telah dikonfirmasi Honda merupakan korban ke-16 di AS terkait malfungsi airbag (kantung udara) merek Takata. Berdasarkan informasi baru ini, sejak 2009 di AS tercatat total 14 orang telah tewas di mobil Honda karena airbag Takata dan dua lainnya di mobil Ford.

Hal itu dinyatakan Honda pada Jumat (28/3) setelah melakukan inspeksi bersama National Highway Traffic Safety Administration.

Pengemudi yang tewas diketahui membeli Civic tiga bulan sebelum kecelakaan. Honda menjelaskan tidak mengetahui pergantian kepemilikan dan mengatakan tidak bisa mengirimkan informasi recall pada pemilik baru.
Honda menyebut Civic telah dinyatakan recall karena masalah airbag sejak Desember 2014. Sejak saat itu setidaknya sudah 12 pemberitahuan recall dikirim ke alamat pemilik pertama terkait potensi kerusakan pada bagian inflator yang berpotensi meledak seketika kemudian disebut mampu melontarkan serpihan metal ke kabin mobil


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


Tujuh kematian lainnya karena airbag Takata sudah dikonfirmasi terjadi di Malaysia. Saat ini kematian pada kecelakaan mobil Honda di Australia sedang dalam investigasi.
Menurut laporan Reuters, lebih dari 290 kasus cedera di seluruh dunia berkaitan dengan airbag Takata. Sebanyak 19 produsen telah melakukan recall yang diperkirakan melibatkan 100 juta unit.

Hingga saat ini sebanyak 56 juta inflator pada 41,6 juta unit mobil di AS telah diperbaiki. Takata yang sudah mengaku bersalah sudah dinyatakan bangkrut pada Juni 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025