Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

BCA Raup Laba Rp6,1 Triliun di Tiga Bulan Pertama 2019


PT Bank Central Asia Tbk atau BCA berhasil meraup laba bersih sebesar Rp6,1 triliun pada kuartal I 2019, atau meningkat 10,1 persen dari raihan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp5,5 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan laba bersih didapat dari sumbangan pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional yang meningkat 13,7 persen dari Rp14,7 triliun menjadi Rp16,7 triliun.

Selain itu, ada peningkatan pendapatan dari layanan sistem pembayaran yang diberikan perusahaan atas transaksi nasabah.


"Ada peningkatan jumlah transaksi sebesar 25,8 persen, terutama didukung transaksi mobile banking dan internet banking," ungkap Jahja di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (25/4).
Peningkatan pendapatan bunga dan operasional berhasil didapat perusahaan lantaran penyaluran kredit ke semua segmen naik 13,2 persen menjadi Rp532 triliun pada periode tersebut.

Rinciannya, kredit korporasi tumbuh 15,8 persen menjadi Rp207,8 triliun. Sedangkan, kredit komersial dan Usaha Kecil Menengah (UKM) meningkat 14,7 persen menjadi Rp184,7 triliun.

"Bahkan, pertumbuhan kredit investasi menjadi yang tertinggi sebesar 20,3 persen, meski dihadapkan pada tantangan tingkat suku bunga yang lebih tinggi," katanya.

Kemudian, kredit konsumer naik 7,7 persen menjadi Rp139,7 triliun. Sumbangan kredit ini didapat dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang meningkat 11,3 persen menjadi Rp86,5 triliun, kredit kendaraan bermotor naik tipis 0,4 persen menjadi Rp48 triliun, dan kartu kredit mencatatkan pertumbuhan sebesar 9 persen menjadi Rp12,9 triliun.
Kendati menyalurkan kredit yang lebih besar, BCA rupanya masih bisa menjaga rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross di angka 1,5 persen. Tingkat NPL ini stabil bila dibandingkan kuartal I 2018.

Begitu pula dengan rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (Loan Loss Coverage) sebesar 171,4 persen. Sedangkan rasio kredit terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio/LFR) sebesar 81 persen dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 24,5 persen.

Sementara itu, dana giro dan tabungan (CASA) meningkat 7,2 persen menjadi Rp483,7 triliun pada kuartal I 2019, di mana sekitar 76,8 persen CASA berasal dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 7,9 persen menjadi Rp629,6 triliun. Sedangkan dana deposito tumbuh 10,1 persen menjadi Rp145,9 triliun.

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


Ke depan, Jahja optimis BCA dapat meningkatkan jumlah penyaluran kredit dan perolehan laba. Target ini dikejar dengan penggunaan teknologi pada layanan sistem pembayaran.


"BCA akan terus mengembangkan produk dan layanan dengan fokus pada peningkatan customer experience dan kenyamanan nasabah," pungkasnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini