Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Minyak Tertekan Kabar Kenaikan Produksi OPEC


Harga minyak pada Kamis (11/4) waktu Amerika Serikat (AS) melemah. Pelemahan dipicu oleh kabar bahwa Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC ) akan meningkatkan pasokan mereka pada Juli.

Peningkatan dilakukan sebagai antisipasi atas penurunan pasokan minyak dari Venezuela dan Iran. Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun US$ 1,03 menjadi US$ 63,58 per barel.

Sementara itu minyak jenis Brent ditutup turun 90 sen menjadi US$70,83 per barel. "Sekarang beredar kabar bahwa OPEC mungkin akan mengejutkan kita dan mengerek produksinya lebih dulu jika kita mengalami lonjakan harga," kata analis di Price Futures Group Phil Flynn.


Badan Energi Internasional AS menyatakan produksi minyak mentah dan pasokan asal Venezuela anjlok sampai dengan satu juta barel per hari. Penurunan pasokan yang disebabkan oleh sanksi AS tersebut jauh dibanding perkiraan OPEC yang hanya 960 ribu barel per hari.
Tak hanya Venezuela, penurunan pasokan minyak Iran juga jatuh. Kejatuhan pasokan lagi-lagi juga disebabkan oleh sanksi AS terhadap Iran.

Menyikapi kejatuhan pasokan tersebut, OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, rencanaya akan bertemu di Wina, Austria pada 25-26 Juni untuk menetapkan kebijakannya.

Sentimen tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar. Maklum, di tengah sentimen tersebut, persediaan minyak mentah di AS memang tengah melonjak 7 juta barel menjadi 456,6 juta barel pada pekan lalu. 

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


Data Administrasi Informasi Energi menyatakan pasokan minyak tersebut merupakan yang tertinggi dalam 17 bulan terakhir. Bukan hanya persediaan, produksi minyak Negeri Paman Sam tersebut juga masih tetap mencapai 12,2 juta barel per hari.

Produksi tersebut merupakan rekor dan tetap menjadikan AS sebagai produsen minyak terbesar dunia di atas Rusia dan Arab Saudi.

"Produksi yang melonjak tersebut telah menekan harga dan memberikan lebih banyak tekanan pada minyak mentah AS," kata Bob Yawger, Direktur Energi Berjangka Mizuho Bob Yawger.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini