Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Demi Denuklirisasi, Moon Rela Temui Kim Jong-un di Mana Saja


Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, rela bertemu Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un di mana saja demi membantu negosiasi antara Korea Utara-Amerika Serikat terkait denuklirisasi yang terancam jalan di tempat.

"Begitu Korut siap, saya berharap kedua Korea akan dapat duduk bersama, terlepas dari lokasi dan bentuk (pertemuannya)," kata Moon dalam sebuah rapat bersama kabinetnya, Senin (15/4).

"Saya akan terus berupaya keras untuk memastikan bahwa KTT antar-Korea yang akan datang menjadi batu loncatan untuk memperbesar peluang dan hasil yang lebih signifikan."


Moon menyambut baik "komitmen tegas Kim Jong-un terhadap denuklirisasi di Semenanjung Korea".
Dikutip AFP, pernyataan Moon itu muncul tak lama setelah dirinya bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, di Washington pekan lalu.

Lawatan Moon ke AS juga berlangsung tak lama setelah pertemuan kedua Trump dan Kim Jong-un di Vietnam berakhir tanpa kesepakatan pada akhir Maret lalu.

Masalah sanksi menjadi salah satu ganjalan Trump dan Kim Jong-un mencapai kesepakatan dalam pertemuan di Hanoi.
Korut ingin AS mencabut sanksi secara bertahap sembari Pyongyang melakukan denuklirisasi. Namun, AS berkeras tidak akan mencabut sanksi sebelum Korut benar-benar melucuti senjata nuklirnya.

Moon selama ini berperan sebagai perantara dalam relasi AS-Korut. Ia dinilai sangat berperan merealisasikan pertemuan Trump dan Kim Jong-un untuk pertama kalinya di Singapura pada Juni 2017.

Kunjungan Moon ke AS pekan lalu disebut bertujuan untuk membantu melancarkan diplomasi yang macet antara Trump dan Kim Jong-un dalam pertemuan terakhir mereka.


Moon selama ini memang mendukung AS untuk melakukan pendekatan dialog dengan Korut. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda Trump dan Kim Jong-un akan bertemu lagi.

Sementara itu, Kim Jong-un menyatakan dirinya bersedia untuk kembali bertemu Trump jika Washington memberikan penawaran "yang bisa diterima kedua belah pihak."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025