18 Saham Dikeluarkan, Ini Daftar Saham BEI yang Bertahan Di Indeks MSCI

  Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari konstituen indeks. Lalu, saham apa saja yang masih menjadi penghuni indeks MSCI? MSCI resmi mengumumkan hasil index review periode Mei 2026 pada Rabu (13/5). Perubahan hasil review MSCI ini akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026. Dalam rebalancing terbaru tersebut, MSCI mengeluarkan sejumlah saham dari MSCI Global Standard Indexes maupun MSCI Small Cap Indexes. Meski demikian, masih banyak saham Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tetap bertahan sebagai konstituen indeks MSCI. Keberadaan saham dalam indeks MSCI biasanya menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing, khususnya dari fund manager global yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasi. Berikut sejumlah saham BEI yang masih menjadi anggota MSCI Global Standard Indexes setelah review Mei 2026: Sektor Perbankan - PT Bank Central Asi...

Saudi Aramco Untung Rp3.186 Triliun Sepanjang 2018


BESTPROFIT- Lembaga pemeringkat Fitch Rating pada Senin (1/4) menyatakan sepanjang tahun lalu perusahaan minyak terbesar di dunia asal Arab Saudi, Saudi Aramco berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar US$224 miliar, atau setara Rp3.186 triliun (kurs Rp.14.225 per dolar AS).

Namun, torehan laba tersebut, hanya membuat Fitch memberikan peringkat kredit A+ dengan prospek stabil karena sebagian besar pendapatan mereka diambil oleh negara guna membiayai pengeluaran yang terus meningkat.

Peringkat utang tersebut diberikan ketika raksasa minyak negara itu bersiap untuk menjual obligasi guna membantu pemerintah Arab Saudi membiayai pembelian saham mayoritas petrokimia Saudi Basic Industries Corp (SABIC).

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com



Fitch berharap dengan torehan laba tersebut Aramco, yang memiliki banyak arus kas dan utang rendah, bisa semakin membiayai kesepakatan SABIC terutama melalui arus kas bebasnya.
Apalagi, pada Kamis lalu, Aramco menyatakan telah membeli 70 persen saham di SABIC senilai $ 69,1 miliar.

Sementara itu Saudi Aramco dalam pernyataan mereka menyatakan torehan pendapatan sepanjang 20018 kemarin tersebut telah menjadikan mereka sebagai perusahaan yang berhasil membukukan laba terbesar di dunia pada 2018 kemarin.

Dengan torehan pendapatan tersebut mereka berhasil menyingkirkan Apple sebagai perusahaan yang paling menguntungkan di dunia. Pasalnya, sepanjang tahun lalu, perusahaan raksasa teknologi AS tersebut hanya membukukan laba bersih hampir US$50 miliar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)