Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Jet Tempur China Terobos Perbatasan, Taiwan Marah

Taiwan mengutuk China setelah dua jet tempur Beijing melintasi perbatasan lautnya pada Minggu (31/3).

Kementerian Pertahanan Taiwan menganggap manuver itu sebagai "langkah provokatif." Angkatan udara pun langsung mengerahkan jet tempur untuk mengusir pesawat-pesawat China tersebut.

"Langkah China berdampak serius terhadap keselamatan dan stabilitas regional," bunyi pernyataan Kemhan Taiwan, Senin (1/4).


Juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan, Huang Chung-yen, mengatakan Beijing "harus menghentikan perilaku semacam ini yang membahayakan perdamaian regional dan bukan menjadi pengacau internasional."
China telah berulang kali mengirim pesawat dan kapal militernya untuk mengelilingi Taiwan selama beberapa tahun terakhir. Hal itu dilakukan pemerintahan Presiden Xi Jinping guna membendung upaya Taiwan untuk memerdekakan diri dari China.
China juga berupaya mengisolasi Taiwan dengan mendesak sejumlah negara memutus hubungan diplomatik dengan wilayah yang dianggapnya pembangkang itu jika mau berelasi dengan Beijing.

 
Sementara itu, Amerika Serikat pekan lalu juga mengirim kapal angkatan laut dan penjaga pantainya melewati Selat Taiwan. Langkah semacam itu kerap memicu protes China lantaran Washington dianggap dekat dengan Taiwan.

Taiwan menjadi salah satu isu yang mengganjal hubungan AS-China selama ini selain perang dagang dan perlombaan kekuatan militer di Laut China Selatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025