Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Google Duo Tambah Empat Fitur Baru


Google Duo menambah empat fitur baru dalam aplikasinya. Head of Consumer Marketing Google Indonesia Fibriyani Elastria mengungkapkan Indonesia menjadi negara ketiga terbanyak pengguna Google Duo setelah Amerika Serikat dan India.

Banyaknya pengguna membuat Indonesia menjadi sasaran pengembangan aplikasi video chat milik Google ini.

"Indonesia negara ketiga terbanyak pengguna Google Duo, sehingga menjadi sasaran untuk pengembangan aplikasi. Tahun lalu pengguna aplikasi ini bertumbuh dua kali lipat," paparnya, Rabu (24/4).
Fibri pun mengungkapkan studi Google mengungkap kebiasaan warganet di Indonesia yang 75 persennya menyukai video call. Dari total pengguna video call 48 persennya melakukan video call bersama pasangan dan 40 persen untuk keluarga.


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


Penggunaan ini membuat Indonesia menjadi pengguna video call 10 persen lebih lama dari rata-rata pengguna global. Selain itu, Indonesia menjadi pengguna video call 50 persen lebih lama dari India.

Sementara itu, untuk empat fitur baru, Product Manager for Duo Humberto Castaneda memaparkan Duo akan menambahkan Grup Calling, Duo for Web, Video Message dan Data Saving.

Group Calling

Castaneda mengungkap untuk fitur Group Calling saat ini baru tersedia di Peru, Colombia dan Indonesia. Fitur ini baru tersedia dalam platform Android.
"Namun, iOS akan menyusul," jelas Castaneda.

Seperti kebanyakan platform video chat, fitur ini memungkinkan kita melakukan panggilan video dengan 3 orang sekaligus. Namun, Castaneda menjelaskan pihaknya akan menambahkan jumlah orang hingga 8 orang.

Fibri mengungkap fitur ini memang tidak bisa memuat banyak hingga puluhan orang dalam satu kali panggilan video karena tujuan aplikasi untuk penggunaan sehari-hari. Sementara untuk pekerja akan ada platform di G-Suite.

Data Saving

Fitur kedua yang ditambahkan dalam platform ini adalah hemat data. Pasalnya, untuk negara berkembang konsumsi data menjadi salah satu masalah.

"Sama seperti di Colombia, semua orang fokus ke data. Sehingga kami membuat opsi untuk data saving. Kualitas akan berubah. Namun, pengguna tetap merasakan experience," tambahnya.

Pengguna tinggal masuk ke dalam pengaturan dan memilih opsi mode hemat kuota. Jika ada panggilan video masuk pun akan otomatis tetap dalam mode hemat kuota.

Duo For Web

Selain di ponsel, pengguna Duo bisa menggunakan fitur chat di website melalui laptop. Pengguna tinggal mengakses duo.google.com dan melakukan panggilan.

Video Message

Layaknya video singkat di Snapchat atau Instagram, Google Duo bisa melakukan hal serupa dan mengirimkan video tersebut secara pribadi ke dalam kontak. Video ini hanya bisa disimpan dalam kurun waktu 24 jam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)